Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 100 juta dosis suntikan vaksin COVID-19 tercapai di akhir bulan Agustus. Mungkinkah?
Hal ini disampaikan Menkes Budi seiring dengan banyaknya stok vaksin yang telah diterima.
"Kita sedang bekerja keras supaya kita bisa mencapai 100 juta di akhir bulan ini," ujarnya, dilansir ANTARA.
Berdasarkan data laju harian vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga Senin, masyarakat yang telah mendapat vaksin dosis pertama mencapai 54.382.680 jiwa, sedangkan mereka yang telah mendapatkan dosis kedua/lengkap berjumlah 28.524.986 jiwa.
![Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meresmikan Sentra Vaksinasi di Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (2/6/2021) pagi. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/02/42453-menkes-budi-gunadi-sadikin.jpg)
Apabila ditotalkan sejak pertama kali program vaksinasi berjalan di Indonesia mencapai 82.907.666 juta jiwa.
Ia menyatakan optimistis target 100 juta suntikan hingga akhir Agustus bisa tercapai, sebab Indonesia sempat menyentuh angka 1,6 juta suntikan vaksin per hari.
"Dan kemarin kita sempat 1,6 juta per hari, belum seperti yang Bapak Presiden inginkan (dua juta suntikan per hari, red.), tapi dengan kerja keras kita bisa capai," ujar Budi.
Di samping itu, optimisme Budi makin mantap karena dahulu Indonesia memerlukan waktu hingga tujuh bulan, mulai dari 13 Januari hingga 8 Juli, untuk melakukan 50 juta suntikan vaksinasi. Saat ini hingga pertengahan Agustus bisa bertambah sekitar 30 juta suntikan.
"Jadi sekitar 27 minggu untuk dapat 50 juta (suntikan vaksin, red.). Saya diberi target dari Pak Menko dan Pak Presiden, 'Jangan 27 minggu, berikutnya bisa ga selanjutnya tujuh minggu mencapai 50 juta berikutnya?'," kata dia.
Baca Juga: Tambah 513 Pasien, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 840.955 Kasus
Dengan percepatan laju vaksinasi itu, ia optimistis bisa mematahkan prediksi salah satu majalah yang menyebut Indonesia baru bisa menyelesaikan vaksinasi selama 10 tahun.