Metide satu ini dapat digunakan untuk membersihkan makanan pada sela-sela gigi, sehingga tidak ada noda makanan sisa yang mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Lakukan setidaknya metode dental floss ini satu kali setiap hari.
4. Sikat gigi teratur
![Sejumlah siswa Sekolah Dasar menyikat gigi dalam gerakan Indonesia Tersenyum di Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2019 di Jakarta, Sabtu (7/9). [Suara,com/Arya Manggala]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/08/99192-sikat-gigi.jpg)
Cara menghilangkan karang gigi paling umum adalah dengan sikat gigi. Kegiatan sikat gigi perlu dilakukan sebanyak dua kali sehari selama masing-masing satu menit.
Sebelum itu, pastikan bahwa Anda menggunakan sikat gigi dengan bulu lembut dan kecil sehingga mudah menjangkau bagian belakang gigi geraham.
5. Kurangi merokok
Diketahui bahwa orang merokok berpotensi memiliki karang gigi yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Kandungan nikotin pada rokok akan menggangu kinerja kelenjar eksorkin sehingga terjadi peningkatan aliran air liur dalam mulut.
6. Kurangi makanan manis

Bakteri lactobacillus dalam plak gigi dapat meningkat dengan cepat jika Anda mengkonsumsi sesuatu yang manis secara berlebihan. Jika bakteri tersebut menumpuk bahkan akan mengundang penyakit karies gigi.
Perlu diketahui, karang gigi disebabkan bakteri yang menumpuk dari berbagai makanan dan minuman yang tertinggal dalam mulut. Bakteri ini akan berkembang biak hingga menghasilkan asam.
Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini 4 Tanda Anda Sikat Gigi Berlebihan dan Terlalu Keras
Jika dibiarkan terus menerus, tumpukan bakteri itu akan merusak enamel gigi dan menyebabkan kerusakan.