Gerhana Matahari Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Mitos atau Fakta?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 10 Juni 2021 | 07:30 WIB
Gerhana Matahari Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Mitos atau Fakta?
Gerhana Matahari Cincin di Nias, Kamis (26/12/2019). [Twitter/BMKG]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sejumlah orang percaya bahwa terjadinya gerhana matahari bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Mitos atau fakta ya?

Gerhana matahari cincin akan terjadi pada hari ini, Kamis 10 Juni 2021. Sayangnya, fenomena alam ini tidak bisa dilihat langsung dari Indonesia.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan, Gerhana tersebut hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin di Kanada serta kawasan Siberia di Rusia dengan ketampakan maksimum terjadi pada pukul 17.43 WIB.

Lalu, adakah dampak buruk gerhana matahari bagi kesehatan? Setidaknya ada tiga dampak buruk yang disebut bisa terjadi ketika gerhana matahari terjadi. Apa saja?

1. Mood tidak menentu

Sinar matahari disebut memengaruhi kondisi perasaan dan mood seseorang. Tidak pernah mendapatkan sinar matahari dalam waktu yang lama bisa membuat seseorang menjadi gampang marah dan pemurung.

Di sisi lain, paparan sinar matahari berlebihan bisa membuat seseorang menjadi lebih mudah marah dan agresif.

Dilansir India Times, tertutupnya sementara matahari disebut bisa membuat seseorang mengalami kebimbangan perasaan dan mood tidak menentu.

Lalu benarkah klaim ini? Berdasarkan penelusuran Suara.com, belum ada jurnal ilmiah dan literatur yang memberikan penjelasan lengkap terhadap dampak gerhana matahari pada kondisi mood seseorang.

Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021: Proses dan Daerah yang Dilintasi

Kondisi mood justru lebih dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh, baik itu perempuan maupun lelaki.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI