Tuntaskan Program Vaksinasi, India Tingkatkan Dosis Vaksin Covid-19 Hingga 3 Kali Lipat

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 02 Juni 2021 | 06:42 WIB
Tuntaskan Program Vaksinasi, India Tingkatkan Dosis Vaksin Covid-19 Hingga 3 Kali Lipat
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah India akan melakukan langkah serius untuk menuntaskan program vaksinasi massal demi mencegah kematian karena Covid-19.

Dilansir ANTARA, India akan meningkatkan dosis vaksin Covid-19 yang diberikan kepada penduduk hingga tiga kali lipat, dari 3 juta dosis perhari menjadi 10 juta dosis pada bulan Juli dan Agustus.

Vaksinasi massal kepada seluruh penduduk India yang berjumlah 1,3 miliar menjadi satu-satunya cara menurut para ilmuwan untuk menuntaskan kasus Covid-19 yang telah menginfeksi 28,1 juta rakyat India, dengan 331.895 di antaranya meninggal dunia.

"Kami tidak ragu bahwa kami akan dapat meningkatkan kecepatan vaksinasi, begitu pasokan meningkat," kata penasihat pemerintah V K Paul kepada wartawan.

Produsen vaksin seperti Serum Institute of India dan Bharat Biotech berusaha keras untuk meningkatkan pasokan, selain pembicaraan yang dilakukan India dengan produsen vaksin asing besar seperti Pfizer Inc, kata para pejabat.

Kementerian kesehatan mengatakan hampir 45 juta orang telah divaksinasi penuh atau mencakup 4,7 persen dari 950 juta populasi orang dewasa di negara itu. India memberikan hampir 2,8 juta dosis pada Senin (31/5), menurut data dari portal vaksin resminya.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menuai kritik atas peluncuran vaksin yang lambat meskipun India adalah salah satu produsen dosis terbesar di dunia, termasuk untuk suntikan AstraZeneca.

Beberapa negara bagian mengeluhkan kekurangan vaksin AstraZenca dan vaksin lain yang disebut Covaxin, yang dikembangkan oleh perusahaan India, Bharat Biotech.

Bulan lalu, pemerintah memerintahkan agar interval antara dua dosis AstraZeneca ditingkatkan menjadi 12-16 minggu dari 4-6 minggu, yang menurut para ahli disebabkan oleh terbatasnya persediaan.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Video Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19 Kosong, Ini Kebenarannya!

Paul mengatakan tidak ada rencana untuk mencampur dosis berbagai vaksin yang telah disarankan beberapa pejabat sebelumnya. Dia juga mengatakan setiap orang dianjurkan untuk mengambil dua dosis penuh vaksin AstraZeneca dan tidak membatasi diri pada satu suntikan saja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI