Cegah Kekambuhan, Pengidap Asma Wajib Kelola Stres di Masa Pandemi

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 27 Mei 2021 | 13:31 WIB
Cegah Kekambuhan, Pengidap Asma Wajib Kelola Stres di Masa Pandemi
ilustrasi asma. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mengelola stres penting bagi pengelola asma untuk menghindari kekambuhan penyakit.

Menurut dokter spesialis paru dar Semen Padang Hospital Dr Masrul Basyar, Sp.P(K) FISR, penting bagi pengidap asma untuk mengelola stres, terutama di masa pandemi.

"Stres dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dan orang-orang dengan asma bisa stres di tengah pandemi ini, bila kecemasan meningkat bisa menyebabkan serangan asma atau memperburuk kondisi," kata Masrul Basyar dilansir ANTARA.

Ia menyarankan penderita asma bisa mengelola stres dan mengetahui faktor atau alergen pemicunya, sehingga dapat membantu mengelola dan menghindari serangan asma.

"Jangan tinggalkan obat asma. Orang dengan penyakit asma dapat menurunkan risiko infeksi atau mengembangkan komplikasi COVID-19 yang serius. Gunakan inhaler asma setiap hari sesuai resep," katanya.

Ia menjelaskan asma merupakan penyakit gangguan pernapasan pada saluran udara yang membuat pengidapnya sulit bernapas. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan saluran udara, sehingga terjadi penyempitan saluran udara sementara dan gangguan oksigen yang masuk ke paru-paru.

Menurut dia, penyempitan saluran pernapasan yang terjadi menghasilkan gejala asma secara umum, seperti sesak napas, batuk, dan sesak dada. Jika dalam kondisi parah, asma dapat mengganggu aktivitas dan ketidakmampuan untuk berbicara.

"Penyakit ini juga dapat membatasi kemampuan seseorang untuk berolahraga dan aktif. Asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penderitanya mendapatkan beberapa kunjungan ke ruang gawat darurat hingga rawat inap di rumah sakit," ujarnya.

Ia mengungkapkan untuk memastikan diagnosis asma, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Dimulai dari wawancara pasien dengan mengajukan pertanyaan seputar gejala yang dirasakan, seperti kapan gejala itu muncul beserta frekuensinya, apakah sesak napas disertai nyeri dada, serta riwayat penyakit keluarga.

Baca Juga: Waspada, Paparan Polusi Udara Saat Hamil Berisiko Bikin Anak Menderita Asma

Untuk mengetahui adanya alergi pada pengidap asma, dokter akan melakukan tes, seperti menyuntikkan beberapa alergen dan mengukur ukuran benjolan merah yang ditimbulkan setelah 20 menit. Dokter juga akan melakukan tes darah IgE atau sIgE.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI