Suara.com - Kondisi bibir sumbing terjadi saat bayi masih dalam kandungan. Dokter spesialis bedah dr. Yantoko, Sp.BP menjabarkan mengapa bayi lahir dengan bibir sumbing. Apa penyebabnya?
Vaksinasi Covid-19 yang tengah gencar dilakukan, ,perlu dilanjutkan dengan tes antibodi. Namun menurut pakar, tes antibodi tidak boleh dilakukan sembarangan. Seperti apa?
Selengkapnya, simak berita hits di kanal kesehatan lewat tautan di bawah ini!
1. Apa Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing?
![Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/05/16/81884-ilustrasi-bibir-sumbing-shutterstock.jpg)
Kondisi bibir sumbing terjadi saat bayi masih dalam kandungan. Hal tersebut dijelaskan oleh spesialis bedah dr. Yantoko, Sp.BP.
Ia mengatakan, bibir sumbing terjadi karena pertumbuhan janin tidak sempurna sejak usia kehamilan semester pertama. Akibatnya, otot bibir terputus sehingga mulut tidak tumbuh sebagaimana mestinya.
2. Ingat, Tes Antibodi Usai Vaksinasi Wajib Dilakukan Sesuai Prosedur
![Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/09/57078-tes-antibodi-covid-19.jpg)
Tes antibodi kini semakin marak dilakukan usai mendapatkan vaksinasi COVID-19. Padahal menurut pakar, tes antibodi tidak boleh dilakukan sembarangan.
Baca Juga: Amerika Selidiki Kasus Peradangan Jantung Usai Vaksinasi Covid-19
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mendorong penggunaan alat pengukur kadar antibodi setelah imunisasi COVID-19 yang aman, efektif dan merupakan produk buatan Indonesia.