Rasa stress juga dapat mendorong pemicu lainnya seperti dorongan memakan makanan tidak sehat, minum alkohol, atau merokok. Aktivitas-aktivitas pelepas stress itu tentunya dapat menjadi sumber penyebab tekanan darah tinggi.
Anda perlu meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan apa yang menyebabkan stress seperti pekerjaan, keluarga, masalah keuangan, ataupun penyakit yang tengah diderita. Setelah mengetahui penyebab stress, lalu pertimbangkan cara untuk menghilangkannya seperti tidur lebih awal atau mengambil cuti untuk berlibur.
4. Kurangi natrium dalam asupan makanan
Mengurangi natrium dalam asupan makanan sehari-hari juga efektif menurunkan tekanan darah tinggi sebesar 5 sampai 6 mmHg. Pasalnya, pengaruh natrium dalam makanan berbeda-beda pada setiap orang.
Namun secara umum, membatasi asupan natrium maksimal 2.300 miligram per hari atau kurang akan lebih baik. Karena idealnya, natrium untuk menjaga tekanan darah adalah 1.500 miligram sehari.
Perlu diketahui, gejala tekanan darah tinggi pada umumnya adalah sering sakit kepala, penglihatan bermasalah, sesak nafas, nyeri di dada, dan lemas. Sebagai informasi, orang dewasa yang sehat memiliki tekanan darah normal 120/80 mmHg, dan angka 120 menunjukkan tingkat tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau biasa disebut tekanan sistolik.
Sedangkan angka 80 berarti tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa atau kerap disebut tekanan diastolik. Jika tekanan darah di atas 140/90 mmHG maka bisa dikatakan tekanan darah tinggi.
Beberapa tips dan cara menurunkan hipertensi di atas cukup mudah dilakukan. Hanya saja terkadang sulit untuk memulainya. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan tunggu hipertensi Anda semakin parah! Segera lakukan tips di atas secara konsisten.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Baca Juga: Ini Manfaat Pengobatan Kombinasi Pada Pasien Hipertensi dan Dislipidemia