Suara.com - Menurut pedoman medis yang diikuti di seluruh dunia, seseorang disebut mengalami hipertensi jika tekanan darah di angka 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang umum terjadi namun tidak boleh disepelekan.
Terlebih di situasi pandemi seperti saat ini, mengelola hipertensi menjadi hal penting demi menghindari risiko buruk dan kematian terkait Covid-19.
Dirangkum dari The Healthsite, Ahli Bedah Saraf India, Vishwanathan Iyer, memberi tahu beberapa mitos soal hipertensi yang perlu Anda tahu.
1. Hipertensi sering terjadi dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan
Faktanya, kondisi hipertensi perlu perhatian segera. Sebab, tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, serangan jantung mendadak, hingga stroke. Inilah mengapa hipertensi sering disebut 'silent killer' karena sering mucul tanpa keluhan atau gejala.

2. Hipertensi tidak dapat dicegah
Faktanya, hipertensi dapat dicegah dan dikelola dengan gaya hidup sehat, Seperti contohnya rutin berolahraga, diet rendah garam, mengonsumsi sayur dan buah serta cek kesehatan berkala.
3. Hipertensi lebih menyerang pria ketimbang wanita
Faktanya, mengingat tingkat stres dan gaya hidup pria dan wanita yang tidak banyak bergerak akhir-akhir ini, kedua jenis kelamin sama-sama rentan terkena hipertensi. Namun memang pascamenopause, wanita lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Bahaya Memanaskan Opor Berulang Kali, Penderita Hipertensi Wajib Tahu
4. Jika tekanan darah sudah normal, obat dapat dihentikan