Suara.com - Banyak orang mungkin mengira makanan kemasan bayi mungkin sudah dibuat aman untuk dikonsumsi, seperti bubur bayi kemasan. Tapi, Anda tetap perlu memperhatikan setiap nutrisi yang tertera dalam kemasan makanan kemasan bayi.
Sayangnya, banyaknya informasi dari internet mengenai nutrisi dalam makanan kemasan bayi mungkin menyesatkan atau membingungkan. Anda mungkin juga bingung menentukan sumber informasi terpercaya.
Berikut ini dilansir dari Health Shots, pannduan cepat untuk memahami makanan kemasan bayi aman dikonsumsi atau tidak.
1. Makanan alami atau organik
Ada perbedaan signifikan antara bahan alami dan bahan organik. Produk makanan organik biasanya diproduksi secara ketat tanpa menggunakan pestisida atau bahan kimia apapun. Setiap produk yang diberi label organik harus disertifikasi melalui proses sertifikasi dan regulator industri.
Di sisi lain, produk alami tidak mengandung pewarna, perasa, pemanis buatan dan lainnya. Jadi, saat Anda membeli produk organik, pastikan produk tersebut bersertifikat. Jika itu produk alami, pastikan Anda membaca label bahan dengan hati-hati.
![ilustrasi makanan bayi [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/12/29/91541-ilustrasi-bayi-makan-bayi-disuapi-makanan-bayi.jpg)
2. Tanggal pembuatan
Anda harus memperhatikan tanggal pembuatan produk makanan kemasan bayi sebelum membelinya. Karena, makanan kemasan itu mungkin sudah disimpan berbulan-bulan atau lebih lama dari usia bayi Anda.
Meskipun makanan kemasan itu belum lewat tanggal kadaluarsa dan masih aman dikonsumsi. Anda perlu mempertimbangkan kembali untuk memberi bayi Anda makanan tersebut. Lebih baik memberi anak makanan segar yang akan memberikan manfaat nutrisi utuh.
Baca Juga: Jangan Panik, Seperempat Penerima Vaksin Alami Efek Samping Sistemik
3. Kandungan gula