Tetapi sebenarnya, dua mutasi pada protein lonjakan tersebut tidak sepenuhnya baru. Mutasi ini sudah teridentifikasi dalam varian lain, misalnya dari Afrika Selatan (B.1.353) dan Brasil (P1).
Dalam beberapa kasus, mutasi India juga terdeteksi pada varian Inggris , B.1.1.7.
Ada mutasi lain, seperti L452R, yang terdeteksi dalam varian virus California, B.1.429. Ini juga ditemukan pada varian di Jerman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorisasi varian India sebagai 'varian yang diminati', yang artinya sednag dipantau tetapi untuk saat ini bukan menjadi perhatian utama.
Tetapi sejumlah ahli melihat ancaman tersebut secara berbeda. Melihat perkembangan kasus saat ini, tampaknya dugaan para ahli ini kemungkinan benar.
Sebenarnya, dilansir BBC, peneliti belum memastikan apakah varian ini lebih menular atau resisten terhadap vaksin Covid-19 yang sudah beredar.
"Sebagian besar data seputar varian India tidak lengkap, dengan sangat sedikit sampel yang dibagikan, yakni 298 di India dan 656 di seluruh dunia," ujar Jeremy Kamil, ahli virologi di Louisiana State University.