Studi: Merokok Ganja Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kamis, 15 April 2021 | 04:39 WIB
Studi: Merokok Ganja Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi daun ganja. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penelitian dari University of Guelph baru-baru ini merilis penelitian bagaimana merokok ganja sejak usia muda dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pada studi pertama ini dilihat adanya indikator risiko secara spesifik, termasuk penyakit kardiovaskular pada pengguna ganja.

Merokok diketahui memengaruhi kardiovaskular, sehingga dapat menyebabkan perubahan pembuluh darah dan jantung. Selain itu, dampak merokok ganja juga berisiko meningkatkan masalah kardiovaskular lain dalam jangka panjang.

Ganja merupakan zat paling umum digunakan di seluruh dunia setelah alkohol.

Ilustrasi rokok ganja. (Shutterstock)
Ilustrasi rokok ganja. (Shutterstock)

"Ganja banyak digunakan sebagai rekreasi di seluruh dunia, sehingga penggunaan ganja semakin meningkat," ungkap mahasiswa PhD Human Performance and Health Research Lab Christian Cheung.

Christian Cheung merupakan penulis studi yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology, dengan rekan penulisnya Dr. Jamie Burr dan Dr. Philip Millar.

Untuk sampai pada hasil penelitian, tim menganalisis 35 subjek berusia 19 tahun hingga 30 tahun.

Ditemukan, setengah dari mereka adalah pengguna ganja dan dianalisis menggunakan ultrasound untuk melihat jantung dan arteri, serta untuk mengukur kekakuan arteri dan fungsi arteri.

Hasil ukuran tersebut merupakan indikator fungsi kardiovaskular dan risiko berbagai penyakit.

Baca Juga: Pangeran Philip Sempat Operasi Jantung sebelum Meninggal

Temuan mengungkap, kekakuan arteri pada pengguna ganja lebih besar, dibanding orang yang tidak menggunakan ganja. Setelah itu, tim mengukur seberapa cepat gelombang tekanan darah pada arteri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI