Lebih Nyaman dan Seakurat PCR, Berapa Biaya Tes Saliva Untuk Covid-19?

Jum'at, 19 Maret 2021 | 16:10 WIB
Lebih Nyaman dan Seakurat PCR, Berapa Biaya Tes Saliva Untuk Covid-19?
Ilustrasi tes swab. (Dok: ELements Envanto)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dijadikan sebagai metode standar mendeteksi Covid-19, disebut tidak nyaman karena menimbulkan rasa sakit saat sampel di belakang hidung dan tenggorokan diambil.

Beruntung kini sudah ada metode Tes Saliva yang hanya membutuhkan air liur untuk mendeteksi Covid-19, sehingga pasien hanya perlu meludah dalam wadah.

Selain lebih nyaman dan tingkat keakuratannya setara dengan tes PCR, metode tes saliva juga ternyata lebih murah loh.

Jika biaya PCR mencapai jutaan rupiah, namun menurut Direktur PT Innolab Sains Internasional (KALGen Innolab), Henry Sukardi menjalani tes saliva berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 488 ribu rupiah.

Ilustrasi Tes Covid-19 Lewat Air Liur. (Pexels)
Ilustrasi Tes Covid-19 Lewat Air Liur. (Pexels)

"Rata-rata itu harganya Rp 488 ribu ke pasien secara langsung, namun untuk masa pengenalan kepada pasien maka kami memberikan kepada masyarakat kurang mampu, biaya khusus hingga 31 Maret 2021 sebesar Rp 400 ribu saja," terang Henry, saat peluncuran Tes Saliva Kalbe, Jumat (19/3/2021).

Adapun hasil keakuratan tes saliva setara seperti PCR, yang memiliki sensitifitas 94 persen dan spesifitas 98 persen, termasuk bisa mendeteksi virus pada orang yang bergejala (simtomatik) dan tidak bergejala (asimtomatik) Covid-19.

Tidak hanya itu, jika tes PCR membutuhkan 2 hingga 3 hari sampai hasil keluar. Namun jika melakoni tes saliva maka hasil akan langsung keluar di hari yang sama.

Metode tes saliva ini adalah Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification (RT LAMP) yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV 2.

Alat yang digunakan untuk mengambil sampel tes swab PCR dan tes saliva berbeda, di mana tes swab PCR harus menggunakan Q-tip atau cotton bud panjang dimasukkan ke belakang lubang hidung dan tenggorokan lalu diputar. Tes swab PCR ini dalam dunia medis sering disebut metode invasive.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Drive Thru di Bogor, Jokowi: Bisa Dilakukan di Kota Lain

Sedangkan pada tes saliva, sampel air liur diambil tanpa memasukkan alat ke dalam rongga tubuh manusia, cukup meludah ke wadah kecil untuk nanti sampel tersebut dianalisis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI