Hal ini juga ditegaskan oleh Dr. Luciana yang menyebut bahwa vitamin C membantu penyerapan zat besi menjadi lebih maksimal.
"Zat besi yang diserap tubuh bukan hanya sekadar zat besi saja. Zat besi yang diserap harus diubah dulu valensinya, dari zat besi Fe3+ menjadi Fe2+ agar bisa diserap tubuh. Nah, vitamin C membantu mengubah valensi zat besi sehingga menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh," jelasnya.
Jadi, selain memberi makanan yang tinggi zat besi, Anda juga harus pastikan memberi anak makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, limau, stroberi, brokoli, dan paprika.
3. Hindari minum teh saat makan
Beberapa senyawa dapat menghambat penyerapan zat besi, misalnya tanin yang terdapat pada teh, atau kafein pada kopi. Jadi, usahakan untuk tidak memberi anak minuman teh atau kopi di waktu makan, karena itu akan menghambat penyerapan zat besi yang ada di makanan.
4. Suplementasi zat besi
Selain dari makanan dan minuman, asupan zat besi juga bisa diberikan melalui suplementasi zat besi. Menurut Dr. Luciana, suplementasi zat besi bisa diberikan pada balita 2-5 tahun dengan dosis 1 mg/kg BB/hari sebanyak 2 kali seminggu, serta anak usia sekolah > 5-12 tahun dengan dosis 1 mg/kg BB/hari sebanyak 2 kali seminggu.
Tapi, pemberian suplemen ini sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter, ya.
Selain langkah-langkah di atas, Anda juga bisa mengandalkan makanan yang diperkaya dengan zat besi sekaligus vitamin C, guna memastikan kebutuhan zat besi anak tercukupi.
Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, mengatakan bahwa kemajuan bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Itu sebabnya, melihat kondisi saat ini di mana anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi, Sarihusada melalui SGM Eksplor berinovasi dan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC.
IronC merupakan kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, sebuah inovasi terbaru yang dukung penyerapan optimal nutrisi penting agar balita Indonesia tumbuh maksimal.
Baca Juga: Anak Indonesia Kurang Zat Besi, Generasi Emas Bisa Jadi Cuma Mimpi