Suara.com - Hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian memang selalu menjadi topik menarik untuk diulas. Pada kesempatan ini Suara.com akan membahas perbedaan introvert, ekstrovert dan ambivert. Mari kita luas satu per satu.
Istilah Introvert, ekstrovert dan ambivert pertama kali dikenalkan oleh seorang psikeater asal Swiss bernama Carl Gustav Jung.
Introvert dan ekstrovert adalah istilah yang tidak asing lagi di telinga kita. Istilah ini selalu dikaitkan dengan kepribadian seseorang dan kerap kali membuat kita bingung.
Secara singkat introvert adalah orang yang cenderung lebih menikmati waktunya dengan kesendirian atau bahasa kekinianya anti sosial. Sedangkan ekstrovert adalah kebalikan dari ambivert atau orang yang memang menghabiskan waktunya dengan bertemu dengan orang banyak, tipikal ambivert lebih sering banyak bicara dan lebih mudah dalam bersosialisasi.
Memang introvert dan ekstrovert yang sering disebutkan. Namun sebenarnya ada satu istilah lagi yang menggabungkan introvert dan ekstrovert, yaitu ambivert.
Ambivert adalah kepribadian yang diibaratkan ada diantara keduanya, introvert dan ekstrovert. Secara mudahnya orang ambivert memiliki pergaulan yang luas tetapi di lain sisi ia juga menikmati waktunya untuk menyendiri.
Agar lebih paham perbedaan introvert, ekstrovert dan ambivert, mari mengenal ciri-cirinya lebih dalam.
Introvert
Orang yang memiliki kepribadian introvert cenderung lebih sering menghabiskan waktunya dengan lingkungan yang tidak terlalu ramai, hal ini dilakukan bukanlah tanpa alasan. Pasalnya orang dengan kepribadian ini akan lebih cepat lelah secara mental jika terlalu lama bersinggungan dengan orang banyak.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Ini Ungkap yang Akan Kamu Hadapi di Bulan Depan?
Ibarat sebuah baterai pastinya butuh pengisian daya ulang. Cara mengisi kembali energi orang introvert adalah dengan berada di lingkungan yang membuat ia nyaman, atau diidentikkan dengan lingkungan yang tidak terlalu ramai.