Suara.com - Tidur menjadi hal penting bagi setiap orang. Melalui tidur, akan membuat tubuh istirahat setelah melakukan berbagai aktivitas. Selain itu, tidur juga memulihkan lelah tubuh sehingga kembali fit ketika terbangun.
Banyaknya aktivitas yang dijalani setiap harinya, terkadang membuat beberapa orang kekurangan waktu tidur. Padahal, waktu yang sehat untuk seseorang tidur yaitu 8 jam dalam satu hari. Seseorang yang kekurangan waktu untuk tidur akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Dilansir dari Webmd, berikut efek negatif dari kekurangan tidur, di antaranya:
1. Kurang tidur dapat menyebabkan kecelakaan
Sebuah studi menunjukkan seseorang yang memiliki kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Dalam penelitian, pekerja yang mengeluhkan rasa kantuk, lebih banyak mengalami kecelakaan. Salah satu kasus besar akibat kurangnya tidur yaitu kecelakaan nuklir 1979 di Three Mile Island. Oleh karena itu, kurang tidur sangat berisiko kecelakaan karena menjadi tidak fokus dalam mengerjakan sesuatu.
2. Kurang tidur dapat membuat bodoh

Kurang tidur dapat , merusak perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat seseorang menjadi tidak serius dalam melakukan sesuatu. Selain itu, kurangnya tidur juga berpengaruh pada daya ingat. Oleh karena itu, tidur sangat berpengaruh kepada daya pikir seseorang.
3. Menyebabkan masalah kesehatan
Kurang tidur pada seseorang, akan berpengaruh kepada organ tubuh. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit, seperti:
- Penyakit jantung
- Serangan jantung
- Gagal jantung
- Detak jantung tak teratur
- Tekanan darah tinggi
- Stroke
- Diabetes
4. Kurang tidur membuat minat yang kurang terhadap seks
Baca Juga: Siaran Live 5 Jam Tidur, Wanita In iKantongi Uang Puluhan Juta
Seseorang yang mengalami kekurangan tidur akan mengalami libido yang lebih rendah sehingga minat terhadap seks berkurang. Hal ini karena dirinya akan merasa lelah dan kantuk. Sebuah studi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, banyak pria dengan sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah.