CDC Bantah 7 Mitos Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Senin, 01 Maret 2021 | 21:24 WIB
CDC Bantah 7 Mitos Vaksin Covid-19, Apa Saja?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Mitos 2: Vaksin Covid-19 akan mengubah DNA Anda.

Fakta: Vaksin mRNA memang dibuat menggunakan teknologi genetik, tetapi tidak memengaruhi DNA seseorang dengan cara apa pun. CDC menjelaskan bahwa mRNA dalam vaksin memberi petunjuk kepada sel tentang cara menghasilkan sejenis protein yang mirip dengan protein di permukaan virus corona. Ini memicu sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodidi dalam aliran darah yang siap melawan infeksi virus corona yang akan datang.

MRNA dari vaksin tidak pernah memasuki inti sel dan tidak memengaruhi atau berinteraksi dengan DNA seseorang, CDC menegaskan.

Mitos 3: Vaksin dapat membuat Anda terinfeksi virus corona.

Fakta: Vaksin mRNA tidak mengandung virus hidup dan tidak berisiko menyebabkan penyakit pada orang yang divaksinasi.

“Mendapatkan virus dari vaksin sama seperti mendapatkan ayam dari telur orak-arik,” kata Jill Foster, MD, seorang dokter penyakit menular pediatrik dan seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Minnesota di Minneapolis. Artinya, itu tidak mungkin terjadi, karena tidak ada virus di dalam vaksin.

Hayley Gans, MD, seorang dokter penyakit menular pediatrik Stanford Medicine di Palo Alto, California, menjelaskan, “Cara kerja vaksin adalah dengan memaparkan tubuh Anda pada protein yang ada di permukaan virus, tetapi virus lainnya tidak hadir. Oleh karena itu, Anda tidak terinfeksi virus dan tidak dapat berubah menjadi virus.”

Mitos 4: Setelah divaksinasi, Anda bisa langsung kembali ke kehidupan normal.

Fakta: Bahkan setelah orang mendapatkan vaksin mRNA dan suntikan booster yang diperlukan, mereka tetap perlu memakai masker dan menghindari kontak dekat dengan orang lain, karena, CDC menjelaskan, tidak diketahui apakah mereka masih dapat membawa virus dan menularkannya ke orang lain atau tidak.

Baca Juga: Pernah Terpapar, Besok Wakil Wali Kota Bandung Disuntik Vaksin Covid-19

"Kami tidak tahu setelah Anda divaksinasi apakah Anda masih dapat memiliki beberapa virus yang bereplikasi di saluran pernapasan bagian atas," kata. Dr. Gans.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI