Perbedaan Penyebab dan Cara Mengatasi Mual dan Muntah

Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:30 WIB
Perbedaan Penyebab dan Cara Mengatasi Mual dan Muntah
Ilustrasi mual dan muntah.

Suara.com - Mual dan muntah merupakan kondisi yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini akan membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan dengan bagian perutnya.

Biasanya, mual dan muntah merupakan gejala dari berbagai kondisi seperti keracunan makanan, mabuk perjalanan, makan berlebihan, usus tersumbat, penyakit, gegar otak atau cedera otak, radang usus buntu dan migrain.

Selain kondisi di atas, mual dan muntah juga bisa menjadi gejala serius seperti serangan jantung, gangguan ginjal dan sistem saraf pusat, tumor otak, dan beberapa jenis kanker. Mual dan muntah adalah sesuatu yang berbeda.

Mual biasanya terjadi sebelum seseorang muntah. Saat mengalami mual seseorang akan merasakan ketidaknyamanan di dalam perutnya yang menyebabkannya ingin muntah.

Sementara muntah yaitu pengosongan isi perut secara paksa. Biasanya, muntah terjadi karena adanya infeksi atau ganggua yang mendorong isi perut keluar.

Dilansir dari Cleveland Clinic, penyebab mual dan muntah mirip. Biasanya, penyebab umum seseorang mengalami muntah di antaranya:

  • Mabuk laut dan mabuk perjalanan lainnya
  • Kehamilan awal
  • Sakit yang hebat
  • Paparan racun kimia (keracunan)
  • Stres emosional (ketakutan)
  • Penyakit kandung empedu
  • Keracunan makanan
  • Gangguan pencernaan
  • Berbagai virus
  • Mabuk karena bau tertentu

Seseorang yang mengalami muntah juga biasanya mengalami dehidrasi. Hal ini karena cairan tubuh akan keluar sehingga dirinya akan merasa haus berlebih dan mulut yang kering.

Untuk orang dewasa, biasanya akan memahami jika dirinya membutuhkan cairan. Namun, untuk anak-anak biasanya tidak menyadari jika dirinya mengalami dehidrasi.

Oleh karena itu, saat anak muntah dan mengalami dehidrasi dapat terlihat dari gejala yang ditimbulkan, seperti:

  • Bibir dan mulut kering
  • Mata cekung
  • Napas atau denyut nadi cepat
  • Pada bayi, orang tua harus memperhatikan penurunan frekuensi buang air kecil, dan fontanel cekung (titik lunak di atas kepala bayi).

Jika seseorang yang mengalami mual dapat dicegah agar tidak semakin memburuk dan menyebabkan muntah. Rasa mual dapat diredakan dengan berbagai cara, seperti:

  • Minumlah minuman bening atau dingin.
  • Makan makanan ringan dan hambar (seperti biskuit asin atau roti tawar).
  • Hindari makanan yang digoreng, berminyak, atau manis.
  • Makan perlahan dan makan lebih sediki serta lebih sering.
  • Jangan mencampur makanan panas dan dingin.
  • Minumlah minuman secara perlahan.
  • Hindari aktivitas setelah makan.
  • Hindari menyikat gigi setelah makan.

Ketika mual tidak bisa dikondisikan lagi, biasanya ia akan menyebabkan muntah. Setelah seseorang muntah, biasanya dirinya akan merasa lemas dan pusing.

Untuk itu, seseorang yang mengalami muntah harus membuat dirinya fit kembali dengan melakukan berbagai cara, sebagai berikut:

  • Minum cairan bening dalam jumlah yang lebih banyak secara bertahap
  • Menghindari makanan padat sampai episode muntah berlalu
  • Istirahat yang cukup
  • Menghentikan sementara semua obat-obatan oral, yang dapat mengiritasi perut dan memperparah muntah
  • Jika muntah dan diare berlangsung lebih dari 24 jam, larutan rehidrasi oral harus digunakan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi.

Untuk muntah yang disebabkan karena pengobatan atau terapi adalah hal yang normal. Dokter yang menangani biasanya akan memberikan saran yang harus dilakukan untuk mengembalikan kondisi fisik tubuh.

Oleh karena itu, seseorang yang mengalami muntah karena pengobatan atau terapi, bisa berkonsultasi dengan dokter yang menangani.  (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Kasus Keracunan Massal, Bupati Nganjuk Minta Tim Teliti Bantuan Luar

Buntut Kasus Keracunan Massal, Bupati Nganjuk Minta Tim Teliti Bantuan Luar

Malang | Sabtu, 20 Februari 2021 | 22:53 WIB

Seorang Petugas Pemadam Kebakaran Meninggal Dalam Tugas

Seorang Petugas Pemadam Kebakaran Meninggal Dalam Tugas

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 19:14 WIB

8 Hal yang Dapat Membatalkan Puasa

8 Hal yang Dapat Membatalkan Puasa

News | Selasa, 16 Februari 2021 | 15:45 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB