Ahli Temukan Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Picu Infeksi Ulang

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Ahli Temukan Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Picu Infeksi Ulang
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Ahli menemukan varian baru virus corona Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan bisa memicu infeksi ulang.

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan dianggap telah menyebabkan lonjakan kasus di beberapa negara.

Sebuah studi baru pun menemukan varian baru virus corona Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan berhasil lolos dari antibodi penawar milik pasien Covid-19 yang pulih.

Selain itu, varian baru virus corona Inggris dan Afrika Selatan ini nampaknya lebih menular daripada jenis sebelumnya. Para ilmuwan juga mengklaim bahwa varian virus corona Afrika Selatan bisa menyebabkan beberapa hambatan dalam keefektifan vaksin Covid-19.

Dilansir dari Times of India, Varian baru virus corona Afrika Selatan yang dikenal dengan nama 501Y.V2 adalah strain SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19.

Baca Juga: Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Varian baru virus corona ini muncul ke permukaan di wilayah metropolitan Nelson Mandela Bay di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Strain baru virus corona ini mencakup mutasi genetik pada lonjakan protein yang bisa menyebabkan penyebaran virus secara cepat dan mudah. Protein lonjakan inilah yang menyebabkan virus corona masuk ke dalam sel manusia.

Menurut para ilmuwan, varian tersebut dapat memasuki sel manusia lebih mudah karena tiga mutasi pada reseptor-binding domain (RBD) pada lonjakan glikoprotein virus.

Sedangkan, studi baru yang diterbitkan dalam bioRxiv, menemukan 501Y.V2 memiliki mutasi pada sembilan bagian protein lonjakannya, yang membuatnya lebih efisien dalam memasuki dan menginfeksi sel manusia.

Setelah mengambil sampel antibodi penawar dari pasien Covid-19 yang pulih, para peneliti mengujinya terhadap varian baru virus corona.

Baca Juga: Aksi Protes Pembatasan COVID-19 di China dan Penangkapan Jurnalis, Ribuan Massa Turun ke Jalan

Mereka menyimpulkan bahwa 21 dari 44 sampel tidak memiliki aktivitas penetralan yang terdeteksi terhadap varian ini. Menurut para ilmuwan, virus mutan menunjukkan pelarian yang substansial atau lengkap dari antibodi penawar dalam plasma pemulihan Covid-19.