Para ilmuwan mengatakan, oksitosin (hormon pelukan) dapat meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres. Dikatakan, hormon ini sangat baik untuk wanita. Hal itu karena oksitosin menyebabkan penurunan tekanan darah dan hormon stres norepinefrin.
![Pasangan berpelukan. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/10/09/41481-pasangan-berpelukan.jpg)
Studi menemukan, oksitosin memberikan manfaat positif pada wanita yang memiliki hubungan yang lebih baik dan lebih sering berpelukan dengan pasangannya. Wanita juga melihat efek positif oksitosin saat mereka menggendong bayi mereka dengan erat.
5. Pelukan dapat mengurangi rasa takut
Menurut ilmuwan, pelukan dapat mengurangi kecemasan pada seseorang. Sentuhan pada seseorang dapat mencegah seseorang untuk mengunci dirinya sendiri. Dapat dikatakan, pelukan meningkatkan rasa percaya diri seseorang sehingga bisa mengurangi rasa takut.
6. Pelukan dapat mengurangi rasa sakit
Penelitian menunjukkan beberapa bentuk sentuhan mungkin mampu mengurangi rasa sakit. Dalam sebuah penelitian, orang dengan fibromyalgia memiliki enam perawatan sentuhan terapeutik. Setiap perawatan melibatkan sentuhan ringan pada kulit. Para peserta melaporkan peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya nyeri.
7. Pelukan membantu komunikasi
Melalui pelukan, seseorang dapat berbicara walaupun tidak mengucapkan kata. Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang asing mampu mengekspresikan berbagai macam emosi kepada orang lain dengan menyentuh bagian tubuh yang berbeda. Beberapa emosi yang diekspresikan termasuk kemarahan, ketakutan, jijik, cinta, syukur, kebahagiaan, kesedihan, dan simpati. / Fajar Ramadhan
Baca Juga: 15 Tahun Bersama, Ini Pelukan Emosional Valentino Rossi dengan Lin Jarvis