Studi: Tenaga Kesehatan ICU Rentan Alami PTSD

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:44 WIB
Studi: Tenaga Kesehatan ICU Rentan Alami PTSD
Ilustrasi tenaga kesehatan. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Para peneliti tidak dapat menunjukkan penjelasan di balik keseluruhan temuan, tetapi menemukan beberapa penyebab stres, seperti jam kerja yang panjang dan ketegangan dalam bekerja juga jumlah sumber daya, menambah tekanan yang ada karena merawat keluarga dan tanggung jawab lainnya.

Mrski begitu, para peneliti melaporkan tidak menemukan hubungan antara kesehatan mental yang buruk dan penyalahgunaan alkohol.

Menunjukkan bahwa dalam sampel ini, pengobatan sendiri dengan alkohol tidak umum," kata penelitian tersebut.

Studi tersebut juga menunjukkan kemungkinan tingkat PTSD di antara pekerja ICU di tengah pandemi awal adalah sembilan kali lebih besar daripada tingkat di antara masyarakat, dan dua kali lipat dari veteran tempur baru-baru ini.

Hasil serupa ditemukan juga pada tenaga kesehatan di Indonesia berdasarman studi yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ditemukan bahwa 83 persen nakes Indonesia alami kelelahan mental dan fisik. 

"Penelitian kita di bulan Agustus dan sudah memberitahu 83 persen dari tenaga kesehatan. Jadi kita mengumpulkan data dari seluruh Indonesia dan data terkumpul dari 1400-an responden itu ada dokter spesialis, perawat, bidan, dokter gigi dan farmasi," kata Ketua Prodi Magister Kedokteran Kerja FKUI-RSCM Dr. dr. Dewi Soemarko. MKK. SP. OK., dalam webinar Satgas Covid-19, Senin (11/1/2021).

Hasil penelitian menunjukan bahwa para nakes mengalami burnout tingkat sedang. Artinya, kondisi itu telah mengkhawatirkan dan para nakes benar-benar butuh pertolongan, jelas Dewi.

"Itu sudah warning, kalau orang sudah bilang 'tolong dong, tolong'. Jadi belum masuk tingkat berat. Itu artinya mereka memang perlu ditolong," ucapnya.

Kebanyakan burnout tersebut dialami oleh dokter umum, lanjutnya. Juga dominan para nakes itu mengalami kelelahan emosi, sehingga kesehatan mentalnya mulai terasa lelah. 

Baca Juga: Ribuan Nakes Karawang akan Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Selain itu, yang dikhawatirkan juga rasa percaya diri mereka mulai mengendur. Padahal untuk merawat dan menyelamatkan nyawa orang lain, menurut Dewi, para tenaga medis butuh rasa percaya diri itu. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI