Benarkah Tinggal di Rumah Justru Turunkan Kekebalan Tubuh? Ternyata Begini

Jum'at, 08 Januari 2021 | 08:48 WIB
Benarkah Tinggal di Rumah Justru Turunkan Kekebalan Tubuh? Ternyata Begini
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Berdiam diri di rumah mungkin cara terbaik untuk menghindari dan mencegah penularan virus corona Covid-19. Tetapi, terlalu lama di rumah saja juga bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Dr Gill Jenkins, GP, mengatakan keluar rumah menghirup udara bebas atau berjemur dan olahraga sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh.

"Tubuh kita biasanya disetel ke ritme diurnal terang dan gelap dengan paparan sinar matahari setiap hari. Tetapi banyak dari kita belum mendapatkan manfaat ini selama pandemi," jelas Dr Gill Jenkins dikutip dari Express.

Salah satu akibatnya, seseorang akan mengalami penurunan produksi vitamin D di kulit. Padahal vitamin D penting untuk fungsi kekebalan dan kadarnya turun jika tubuh seseorang tidak pernah terpapar matahari.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Jadi, minum suplemen vitamin D 10 mikrogram setiap hari mungkin baik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, olahraga juga meningkatkan fungsi kekebalan dan penurunan rsiko terkena pilek dan flu. Meski belum diketahui keterkaitannya, hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengurangan stres dan penurunan kadar kortisol setelah olahraga.

Seperti yang telah diketahui, stres yang meningkat juga bisa memengaruhi kualitas tidur yang penting pula untuk fungsi kekebalan. Jadi, fungsi kekebalan yang menurun hanya karena tinggal di dalam rumah selama pandemi adalah mitos.

Penurunan fungsi kekebalan tubuh lebih mungkin terjadi akibat kebiasaan tidak sehat selama masa penguncian. Misalnya, pola makan buruk, asupan nutrisi rendah vitamin C, dan kurangnya paparan sinar matahari yang membuat kadar vitamin D rendah.

Baca Juga: Ahli Ingatkan Kesehatan Mental Bisa Jadi Bom Waktu akibat Pandemi Covid-19

"Anda perlu memerhatikan keseimbangan antara tinggal di dalam rumah dan olahraga. Pertahankan kebiasaan makan dan minum yang sehat," jelas Dr Jenkins.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI