Suara.com - Setelah beberapa waktu Kalina Oktarani sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang tiba-tiba menurun. Kalina Oktarani dibuat bingung dengan diagnosis dokter serta hasil tes swab PCR yang ia jalani beberapa hari lalu di sebuah rumah sakit.
Belakangan Kalina menjalani CT scan yang menyatakan mantan istri Deddy Corbuzier tersebut menderita pneumonia.
Karena hasil ini, dokter pun langsung mendiagnosis Kalina dengan Covid-19 walau hasil tes PCR belum keluar. Pagi harinya, Kalina dapat bernapas lega karena hasilnya menunjukkan negatif Covid-19.
Tentunya hal ini membuat bingung karena keduanya memiliki gejala yang serupa. Tapi sebenarnya ada perbedaan antara keduanya. Dilansir dari Healthline berikut ini perbedaannya.
![Unggahan Kalina Oktarani [Instagram/@kalinaocktaranny]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/01/06/53699-unggahan-kalina-oktarani-instagramatkalinaocktaranny.jpg)
Gejala pneumonia Covid-19 mungkin mirip dengan jenis pneumonia virus lainnya. Oleh karena itu, sulit untuk mengetahui apa yang menyebabkan kondisi seorang tanpa menjalani tes Covid-19 atau infeksi saluran pernapasan lainnya.
Para peneliti menemukan bahwa orang dengan pneumonia Covid-19 lebih cenderung memiliki:
- pneumonia yang mempengaruhi kedua paru-paru, bukan hanya satu
- paru-paru yang memiliki gambaran karakteristik "ground-glass" melalui CT scan
- kelainan pada beberapa tes laboratorium, terutama yang menilai fungsi hati
Gejala pneumonia Covid-19 mirip dengan gejala jenis pneumonia lainnya dan dapat meliputi:
- demam
- panas dingin
- batuk, yang mungkin produktif atau mungkin tidak
- sesak napas
- nyeri dada yang terjadi saat Anda menarik napas dalam atau batuk
- kelelahan
Sebagian besar kasus Covid-19 melibatkan gejala ringan hingga sedang. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pneumonia ringan mungkin ada pada beberapa orang ini.
Namun, terkadang Covid-19 lebih serius. Sebuah studi besar dari China menemukan bahwa sekitar 14 persen kasus parah, sementara 5 persen diklasifikasikan sebagai kritis.
Baca Juga: Menristek Sebut GeNose Alat Pendeteksi Covid-19 Murah dan Praktis
Orang dengan kasus Covid-19 yang parah mungkin mengalami serangan pneumonia yang lebih serius. Gejala mungkin termasuk kesulitan bernapas dan kadar oksigen rendah. Dalam kasus kritis, pneumonia dapat berkembang menjadi ARDS.