Suara.com - Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) pada hari Rabu mengatakan Taiwan akan menangguhkan masuknya pekerja migran Indonesia ke negara itu tanpa batas waktu. Keputusan itu diambil karena Indonesia belum dapat meningkatkan keakuratan hasil tes Covid-19.
Taiwan untuk sementara menangguhkan masuknya pekerja migran Indonesia pada 4 Desember di tengah meningkatnya kasus dari Indonesia. Demikian seperti dilansir dari Focus Taiwan.
CECC mengatakan pada saat itu bahwa keputusan lebih lanjut akan dibuat apakah memperpanjang atau menghapus pembatasan berdasarkan situasi di Indonesia.
Menurut Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chen Shih-chung, yang memimpin CECC, penyebaran virus di Indonesia belum mereda. Sementara Indonesia melaporkan sekitar 6.000 kasus harian minggu lalu.
Masalah lainnya adalah kredibilitas hasil tes Covid-19 yang dikeluarkan di Indonesia, yang semakin memburuk dari waktu ke waktu, kata Chen pada konferensi pers.

Pada bulan Oktober, 11 orang Indonesia dikonfirmasi positif Covid-19 di Taiwan. Adapun dua di antaranya memiliki bukti hasil tes Covid-19 negatif yang dikeluarkan di Indonesia dalam waktu tiga hari setelah penerbangan mereka, kata Chen.
Pada November, 42 dari 81 orang Indonesia yang dites positif di Taiwan mendapatkan hasil yang sama, lebih dari separuh total. Antara 1-15 Desember, 32 dari 40 kasus positif dari Indonesia, atau 80 persen, memiliki bukti hasil tes Covid-19 negatif yang dikeluarkan dalam tiga hari setelah penerbangan mereka, menurut Chen.
"Hasil tes ini semakin tidak akurat dari waktu ke waktu," kata Chen. "Kami tidak yakin apa masalahnya."
CECC dan kantor perwakilan Taiwan di Indonesia telah berkomunikasi dengan pihak berwenang Indonesia tentang masalah ini, tetapi belum ada kemajuan atas permintaan Taiwan agar Indonesia meningkatkan akurasi hasil pengujiannya, kata Chen.
Baca Juga: Selama Libur Nataru, Anies: Mal hingga Kafe Maksimal Buka Pukul 21.00 WIB
"Mereka pikir mereka melakukan pekerjaan dengan baik, yang merupakan sesuatu yang tidak kami konsensus," kata Chen.