Keren! Korea Utara Berlakukan Larang Merokok di Tempat Publik

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 05 November 2020 | 17:09 WIB
Keren! Korea Utara Berlakukan Larang Merokok di Tempat Publik
Ilustrasi dilarang merokok. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi perokok anak usia 10 hingga 18 tahun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013 terdapat 7,2 persen perokok anak dan meningkat menjadi 9,1 persen pada 2018.

Keadaan diperparah dengan maraknya iklan, promosi, dan sponsor (IPS) rokok yang masif dan dituduh menyasar anak sebagai target.

"Anak-anak sudah menjadi korban dari eksploitasi industri rokok yang terus aktif menyasar anak sebagai basis konsumen jangka panjang, karena dengan semakin dini usia merokok akan makin besar juga keuntungan bagi perusahaan rokok," ujar Kak Seto dalam pernyataannya secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Kata Kak Seto, industri rokok sangat pintar dengan berstrategi menonjolkan tema-tema kreatif, gaul, keren, modern, dan hebat, agar dapat memengaruhi anak untuk mencoba merokok dan mendorongnya terus merokok.

"Merujuk teori pembelajaran sosial manusia termasuk anak-anak biasanya belajar melalui pengamatan perilaku dari manusia lain. Itu sebabnya anak-anak yang berada di lingkungan yang dipenuhi perokok akan melihat hal itu lalu menirunya," kata dia.

Dirinya juga mendesak pemerintah terutama Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto untuk segera melakukan revisi Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012, untuk mengurangi kondisi darurat perokok anak ini.

"Kami dari LPAI mendesak Menteri Kesehatan untuk menyelesaikan revisi PP 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan untuk melindungi anak," tutur Kak Seto.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI