Dokter Salah Diagnosis, Bocah 5 Tahun Ini Meninggal Akibat Kanker Otak

Kamis, 01 Oktober 2020 | 18:43 WIB
Dokter Salah Diagnosis, Bocah 5 Tahun Ini Meninggal Akibat Kanker Otak
Ilustrasi anak terkena kanker otak (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Diagnosis yang salah umumnya terjadi jika gejala yang dialami pasien sama dengan penyakit lain. Tapi, hal ini tentu sangat berbahaya, terutama jika penyakit yang diderita pasien parah.

Inilah yang terjadi pada seorang anak berusia lima tahun asal Tipton di West Midlands. Inggris, yang meninggal di pelukan sang ibu.

Deb Stead menceritakan putranya, Aiden Stead-Homans, meninggal akibat kanker otak, yang sebelumnya didiagnosis sebagai penyakit flu. Jadi, dokter hanya meresepkannya dengan paracetamol.

Tanda pertama yang muncul adalah adanya pembengkakan di lutut. Tapi sayangnya, tanda ini disalahsartikan sebagai dampak bocah lima tahun itu menginjak mobil mainan di rumah neneknya.

"Suatu hari aku perhatikan kakinya pincang, dan ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia mengaku telah menginjak mobil mainan di rumah neneknya," ujar Stead, Mirror.

Aiden Stead-Homans (GoFundMe)
Aiden Stead-Homans (GoFundMe)

Setelah beberapa hari kemudian, bengkak di lututnya semakin membesar dan Stead membawanya ke rumah sakit.

"Mereka mengatakan dia baik-baik saja dan itu mungkin ada hubungannya dengan flu yang dia derita, jadi mereka memberinya lebih banyak antibiotik," sambungnya.

Tetapi kondisinya tidak membaik, hingga sang ibu membawanya lagi ke rumah sakit dan dokter kembali meresepkan paracetamol dan ibuprofen.

Hingga akhirnya Aiden kembali diperiksa dan ditemukan bahwa ada tumor di kakinya yang mulai menyebar. Dokter mengatakan kanker yang dideritanya sudah stadium empat.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Ada Konsultasi Dokter Gratis Untuk Kanker Anak

Setelah itu, Aiden langsung menjalani kemoterapi. Tapi, beberapa bulan kemudian kondisi bocah ini semakin memburuk.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI