Makanan Kaya Kandungan Flavonoid Baik untuk Cegah Penyakit Alzheimer

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Senin, 21 September 2020 | 13:29 WIB
Makanan Kaya Kandungan Flavonoid Baik untuk Cegah Penyakit Alzheimer
Buah-buahan (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Zat alami flavonoid yang umumnya terdapat pada buah dan sayuran terkait dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi peradangan. Makanan kaya flavonoid antara lain seperti pir, apel, buah beri, bawang, dan minuman nabati seperti teh hijau dan anggur hingga cokelat hitam.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menemukan konsumsi jangka panjang makanan ini dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer dan demensia yang lebih rendah.

Studi ini memberi gambaran tentang bagaimana asupan makanan dari waktu ke waktu dapat dikaitkan dengan penurunan kognitif seseorang, karena peneliti melihat asupan flavonoid responden selama bertahun-tahun sebelum diagnosis demensia.

"Dengan tidak adanya obat efektif yang saat ini tersedia untuk pengobatan penyakit Alzheimer, mencegah penyakit melalui pola makan yang sehat merupakan pertimbangan penting," kata penulis senior Dr. Paul Jacques, seorang ahli epidemiologi nutrisi di Pusat Penelitian Nutrisi Manusia Jean Mayer USDA tentang Penuaan dan Sekolah Ilmu Gizi dan Kebijakan Friedman di Universitas Tufts, dikutip dari Sci-news.

Penelitian ini melibatkan 2.800 orang (usia rata-rata - 59,1 tahun, 52% perempuan) dan meneliti hubungan jangka panjang antara konsumsi makanan kaya flavonoid dan risiko penyakit Alzheimer serta demensia terkait.

Para penulis menggunakan data dari Framingham Heart Study (FHS), studi kohort jangka panjang yang dirancang untuk mengeksplorasi faktor risiko penyakit kardiovaskular pada penduduk kota Framingham, Massachusetts.

Blueberry. (Pixabay/congerdesign)
Blueberry. (Pixabay/congerdesign)

Untuk mengukur asupan flavonoid jangka panjang, mereka menggunakan kuesioner diet, yang diisi pada pemeriksaan medis kira-kira setiap empat tahun oleh peserta FHS.

Para peneliti mengkategorikan flavonoid menjadi enam jenis dan menciptakan empat tingkat asupan berdasarkan persentil, yakni kurang dari atau sama dengan persentil ke-15, persentil ke-15 hingga ke-30, persentil ke-30-ke-60, dan persentil yang lebih besar dari ke-60.

Para ilmuwan kemudian membandingkan jenis dan tingkat asupan flavonoid dengan diagnosis baru penyakit Alzheimer dan demensia terkait di kemudian hari. Hasilnya ditemukan bahwa.

Baca Juga: Hari Alzheimer Sedunia, Ketahui Bedanya dengan Demensia dan Pikun

1. Rendahnya asupan flavonol (apel, pir dan teh) dikaitkan dengan risiko dua kali lipat terkena penyakit Alzheimer dan demensia terkait.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI