Orang dewasa biasanya membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Mereka yang tidur kurang dari itu dilaporkan mengalami lebih banyak stres. Tetapi bagi banyak orang, stres membuat lebih sulit untuk tertidur.
Konsumsi makanan sehat
Kunci lain untuk mengelola stres adalah pola makan yang sehat. "Nutrisi sehat sangat penting, sementara makan banyak makanan cepat saji dan makanan dengan banyak tepung olahan atau gula akan membuat Anda merasa lebih buruk," kata Hagopian.
Dalam hal ini vitamin C membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kortisol. Sementara karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran bisa meningkatkan produksi serotonin, hormon yang mengatur suasana hati dan kebahagiaan.
Magnesium juga dapat membantu mencegah sakit kepala dan kelelahan yang berhubungan dengan stres. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi lonjakan hormon stres.
Terhubung secara sosial
Saat Anda merasa stres, menghubungi teman dan keluarga dapat membantu. Penelitian telah menemukan bahwa orang dengan dukungan sosial rendah lebih reaktif terhadap stres dan menunjukkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, serta kadar hormon.
Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan di University of North Carolina menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu bersama pasangannya, termasuk menerima pelukan akan memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi dan menurunkan tekanan darah.
![Ilustrasi curhat. [shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/04/07/55007-ilustrasi-curhat-shutterstock.jpg)
Tertawa
Baca Juga: Peneliti AS: Kecemasan akibat Covid-19 Tak Bisa Diatasi dengan Olahraga
Tertawa sebenarnya memicu perubahan langsung pada tubuh yang dapat membantu melawan respons stres.