Suara.com - Jika selama ini para orangtua bersusah payah untuk membujuk anaknya agar mau makan sayur dan buah, nampaknya harus berhati-hati.
Ini karena sayur dan buah banyak mengandung serat, ternyata juga bisa menghambat pertumbuhan anak.
Dokter Spesialis Gizi Hilna Khairunusa Shalihat, M.Gizi, Sp.GK mengatakan serat bisa menghambat penyerapan kalsium dan zat besi yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
"Jadi pada anak-anak yang butuh zat besi, kalsium justru seratnya kurang (dibutuhkan). Jadi anak-anak jangan makan sayur sebanyak-banyaknya, jadi cukup dengan porsinya," terang dr. Hilna dalam Webinar FibreFirst beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tips Dokter Agar Anak Terbiasa Makan Sayur Sejak Kecil
Ia mengatakan anak yang baru mulai MPASI belum boleh mengonsumsi serat. Namun jika sudah di atas 1 tahun hingga 2 tahun maka baru diperbolehkan, tapi porsinya juga tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.
"Jadi kalau cerita anak-anak usia 6 bulan itu serat belum perlu, kalau udah 2 tahun, mulai dari 1 tahun di usia makan keluarga, itu mulai perlu serat tapi nggak perlu banyak. Kenapa? Bisa bahaya kalau kebanyakan serat," terangnya.
Sementara itu, adapun porsi serat per hari untuk anak berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI, kebutuhan serat disesuaikan dengan usianya:
- Anak usia 0 hingga 6 bulan belum tidak dianjurkan mengonsumsi serat.
- Anak usia 7 hingga 11 bulan hanya butuh 10 gram serat per hari
- Anak umur 1 hingga 3 tahun hanya butuh 16 gram serat dalam sehari
- Anak usia 7 hingga 9 tahun hanya butuh 26 gram serat sehari.
Sedangkan bagi anak berusia lebih dari 10 tahun ke atas, kebutuhan serat disesuaikan dengan jenis kelamin anak, seperti berikut:
Baca Juga: Banyak Makan Sayur Terbukti Bikin Langsing, Ini Penelitiannya!
- Anak laki-laki usia 10-12 tahun: 30 gram serat setiap hari.