WHO: Mantan Pasien Covid-19 Kembali Positif Bukan karena Tertular Virus

Jum'at, 08 Mei 2020 | 15:08 WIB
WHO: Mantan Pasien Covid-19 Kembali Positif Bukan karena Tertular Virus
Seorang staf medis dengan pakaian pelindung terlihat di depan seorang pasien dengan penyakit virus Corona Covid-19 di dalam sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Otoritas kesehatan Korea selatan melaporkan lebih dari 300 orang pasien Covid-19 yang sudah sembuh kembali terinfeksi. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa orang yang kembali sakit setelah sembuh dari Covid-19 bukan tertular kembali, tapi karena kondisi lain.

Melansir dari Express, WHO menyataan bahwa pasien Covid-19 yang pulih tetapi kemudian dinyatakan positif kembali adalah kondisi di mana mereka masih mengeluarkan sel mati dari paru-paru, bukan tertular infeksi lagi.

Sel-sel paru yang tersisa dan menyebabkan hasil positif kemungkinan tidak menular.

Seorang ahli virologi mengatakan kepada MailOnline, bahwa begitu patogen dinonaktifkan oleh sistem kekebalan dan membentuk ikatan kompleks dengan antibodi, ia berhenti menular tetapi dapat diidentifikasi positif oleh tes swab.

Baca Juga: 5 Fakta Perjalanan Hidup Adi Kurdi, Abah di Keluarga Cemara

"Kami menyadari bahwa beberapa pasien dinyatakan positif setelah mereka pulih secara klinis," kata juru bicara WHO.

"Dari apa yang kita ketahui saat ini, didasarkan pada data yang sangat baru tampaknya pasien ini mengeluarkan bahan sisa dari paru-paru mereka, sebagai bagian dari fase pemulihan," tambahnya.

Untuk beberapa patogen seperti campak, pasien yang telah mengatasinya menjadi kebal seumur hidup. Dalam kasus virus corona seperti SARS, kekebalan berlangsung hanya beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Pasien corona. (Antara)
Pasien corona. (Antara)

Sementara orang dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 membangun antibodi mulai sekitar seminggu setelah tertular atau sejak mereka pertama kali menunjukkan gejala. Namun, tidak jelas apakah tubuh menciptakan kekebalan yang cukup untuk melawan intrusi baru dari virus.

"Kami membutuhkan pengumpulan sampel secara sistematis dari pasien yang pulih untuk lebih memahami berapa lama mereka melepaskan virus hidup dari tubuh mereka," kata juru bicara WHO.

Baca Juga: 46 Tenaga Medis di Bengkulu Diisolasi Usai Kontak dengan PDP Positif Corona

WHO mengatakan harus lebih banyak penyelidikan dalam kasus-kasus pasien yang sembuh tetapi kembali dites positif.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan BBC, ahli epidemiologi penyakit menular Maria Van Kerhove, anggota Program Kedaruratan Kesehatan WHO, menjelaskan teori sel mati.

"Saat paru-paru sembuh, ada bagian paru-paru menjadi sel mati dan kemudian muncul," kata Van Kerhove.

"Ini adalah fragmen dari paru-paru yang sebenarnya dinyatakan positif dan bukan virus menular. Uji positif itu sebenarnya bagian dari proses penyembuhan yang dites kembali sebagai positif," tambahnya.

Para pejabat Korea Selatan masih mencari bukti lebih lanjut tentang pasien yang kembali positif.

"Di Korea selatan kami masih mencari bukti untuk mendukung teori mereka bahwa partikel-partikel itu berasal dari sel virus mati," kata direktur CDC Korea Jeong Eun-kyeong.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI