Suara.com - Dokter: Virus Corona Bikin Lansia Linglung, Susah Makan, dan Sulit Tidur
Para pasien lanjut usia yang menderita Covid-19 ternyata memiliki beberapa gejala atipikal atau tidak biasa. Hal ini mempersulit upaya untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat waktu dan sesuai.
Covid-19 umumnya ditandai dengan tiga gejala umum, yaitu demam, batuk kering terus menerus, dan sesak napas. Tetapi pasien lansia, kelompok usia yang paling berisiko mengalami komplikasi parah atau kematian, mungkin tidak memiliki karakter tersebut.
Sebaliknya, para lansia mungkin tampak 'tidak aktif', tidak bertindak seperti diri mereka sendiri, sejak awal terinfeksi virus corona baru.
Baca Juga: Rawat Pasien Covid-19 Lansia, Provinsi di Kanada Ini Butuh Bantuan Tentara
Misalnya, waktu tidur mereka menjadi lebih banyak dari biasanya atau tiba-tiba berhenti makan. Mereka juga tampak apatis atau bingung, kehilangan orientasi di lingkungan mereka, pusing, dan kondisinya turun. Terkadang, mereka berhenti berbicara atau pingsan.
"Dengan banyak kondisi, orang yang sudah tua tidak menunjukkan gejala dengan cara yang khas, dan kami melihat itu pada infeksi Covid-19 juga," ujar Dr. Camille Vaughan, kepala seksi geriatrik dan gerontologi di Emory University.
Respon imun yang berubah
Dilansir CNN Internasional, alasan semua itu berkaitan dengan bagaimana tubuh yang lebih tua merespons penyakit dan infeksi.
"Pada usia lanjut, respons kekebalan seseorang mungkin tumpul dan kemampuan mereka untuk mengatur suku dapat berubah," jelas Dr. Joseph Ouslander, seorang profesor kedokteran geriatri di Schmidt College of Medicine di Florida Atlantic University.
Baca Juga: Kunjungi Sejumlah Panti, Ganjar Pranowo Ditawari Sarapan oleh Warga Lansia
Menurutnya, penyakit kronis yang diderita para lansia juga dapat menutupi atau menganggu tanda infeksi Covid-19.