Temuan Peneliti, Ternyata Ada 6 Virus Corona Baru di Tubuh Kelelawar

Kamis, 16 April 2020 | 13:58 WIB
Temuan Peneliti, Ternyata Ada 6 Virus Corona Baru di Tubuh Kelelawar
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Yang kita tahu, virus corona dengan nama ilmiah SARS CoV 2 yang sedang mewabah saat ini berasal dari kelelawar. Tapi tahukah Anda jika ternyata SARS CoV 2 bukan satu-satunya virus corona baru yang ada di kelelawar?

Melansir laman Live Science, Kamis (16/4/2020) di Myanmar para ilmuwan telah menemukan enam virus corona baru yang mengintai kelelawar. Virus ini satu keluarga dengan SARS CoV 2 yang saat ini tengah menjadi pandemi.

Virus-virus ini ada yang tidak terkait langsung secara genetik dengan SARS CoV 2. Sedangkan ada 2 jenis virus corona yang sudah menginfeksi parah manusia, yaitu SARS yang mewabah pada 2002 hingga 2003, dan sindrom pernapasan di timur tengah yakni MERS.

Para peneliti menemukan virus-virus ini ketika mensurvei kelelawar di Myanmar, dimana program penelitian yang didanai pemerintah, bernama PREDICT, adalah sebuah program untuk mengidentifikasi penyakit menular yang berisiko berpindah dari hewan ke manusia.

Kelelawar pun dianggap sebagai hewan utama mamalia yang bisa menampung ribuan virus corona yang belum diidentifikasi. SARS CoV 2 diperkirakan berasal dari kelelawar yang berpindah ke manusia, melalui perantara yang sampai saat ini belum ditemukan, dan baru sekedar hipotesis.

Sejak 2016 hingga 2018 peneliti sudah mengumpulkan ratusan sampel air liur atau kotoran kelelawar yang disebut guano dari 464 kelelawar dari 11 spesies yang berbeda.

Kelelawar di ambil di 3 lokasi berbeda di Myanmar, tempat manusia melakukan kontak dekat dengan satwa liar ini, karena adanya alih fungsi lahan, untuk kegiatan rekreasi, atau memulung guano yang digunakan sebagai pupuk.

"Dua dari situs-situ ini juga memiliki gua yang cukup populer dimana orang-orang secara rutin terpapar kelelawar saat mengambil guano, praktik keagamaan, dan ekowisata," tulis para peneliti dalam studi yang diterbitkan secara online pada 9 April di jurnal PLOS ONE.

Para peneliti kemudian menganalisis urutan genetik dari sampel ini dan membandingkannya dengan genom virus corona yang sudah diketahui.

Baca Juga: Tahun Depan Semua Orang Ingin Keluar Menikmati Alam Usai Covid-19 Berlalu

Adapun virus ditemukan pada tiga spesies kelelawar, yakni kelelawar rumah kuning Asia Raya (scotophilus heathii) yang membawa virus PREDICT CoV 90.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI