Hits: Hal yang Tak Boleh Dicampur Disinfektan, Nyeri Dada Gejala Covid-19?

Risna Halidi Suara.Com
Kamis, 02 April 2020 | 19:54 WIB
Hits: Hal yang Tak Boleh Dicampur Disinfektan, Nyeri Dada Gejala Covid-19?
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di sepanjang jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, Selasa (31/3). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ada banyak pembersih rumah tangga yang dapat digunakan sebagai disinfektan mulai dari pemutih hingga etanol dan alkohol. Tapi ternyata, tak semua bahan bisa dicampur dan pada beberapa kasus, mencampur bahan-bahan kimia tersebut dapat berdampak negatif. Bagaimana penjelasan lebih lanjutnya?

Sementara sesak nafas merupakan gejala umum seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, bagaimana dengan nyeri di bagian dada?

Berita mengenai tak boleh mencampur disinfektan sembarangan dan gejala corona masuk dalam daftar berita kesehatan paling populer di Suara.com berikut ini!

1. Perhatikan, Jangan Pernah Mencampur Bahan Pembersih Ini sebagai Disinfektan

Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di salah satu indekos di Gang Haji Sairan, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (26/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di salah satu indekos di Gang Haji Sairan, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (26/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Membersihkan rumah bisa menjadi opsi kegiatan di rumah selama karantina yang dapat Anda lakukan. Selain agar tidak bosan, membersihkan rumah dibarengi dengan mendisinfektan perabotan rumah, juga dapat melindungi diri sendiri serta keluarga dari virus corona baru.

Ada banyak pembersih rumah tangga yang dapat Anda gunakan sebagai disinfektan di rumah. Mulai dari pemutih hingga etanol atau alkohol.

Baca selengkapnya

2. Benarkah Nyeri Dada Tanda Infeksi Virus Corona Covid-19? ini Penjelasannya!

Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)

Sesak napas adalah gejala umum infeksi virus corona Covid-19. Tetapi, banyak orang mungkin masih kebingungan untuk mewaspadai mana gejala virus corona Covid-19 dan tidak.

Baca Juga: Jurnalis PDP Corona Wafat Diduga Ditelantarkan, IDI Bongkar Masalah RS

Salah satunya nyeri dada, yang membuat banyak orang ragu itu termasuk gejala virus corona Covid-19 atau bukan. Di sisi lain, banyak pasien corona Covid-19 yang juga mengalami gejala-gejala tambahan lainnya.

Baca selengkapnya

3. WHO Kembali Tegaskan Virus Corona Tidak Menyebar Lewat Udara

Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19
Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19

Meski pakar sudah menjelaskan, masih ada beberapa orang yang percaya bahwa virus corona baru menyebar lewat udara. Untuk meluruskan kabar ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mencuit sebuah fakta tentang penyebaran SARS-CoV-2.

"Fact: #Covid-19 is NOT airborne (Fakta: #Covid-19 tidak mengudara)," cuit mereka pada Minggu (29/3/2020).

Baca selengkapnya

4. Terbukti Bukan Rekayasa, Virus Corona Baru Merupakan Produk Evolusi Alami

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Virus corona atau Covid-19 yang tengah menjadi pandemi global sempat dirumorkan sebagai rekayasa atau senjata biologis yang dibuat di laboratorium.

Bagi yang terlanjur percaya, perlu diketahui bahwa itu hanyalah hoaks semata. Sebab dalam temuan yang dipublikasikan baru-baru ini di Jurnal Nature Medicine, disebutkan bahwa SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 adalah produk evolusi alami.

Baca selengkapnya

5. Tak Cuma Perokok, Pengguna Vape Juga Berisiko Tinggi Kena Corona Covid-19

Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Sebuah penelitian di China beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa banyak dari pasien positif Covid-19 di negaranya adalah perokok. Sehingga perokok menempati posisi yang berisiko tinggi tertular virus tersebut.

Bagaimana dengan vape? Banyak pakar dan ahli yang menyebutkan tak ada bedanya dengan perokok, vape juga berisiko tinggi.

Baca selengkapnya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI