Sindrom Charles Bonnet, Penderitanya Bisa 'Melihat' Hal-Hal Seram

Rabu, 18 Maret 2020 | 16:56 WIB
Sindrom Charles Bonnet, Penderitanya Bisa 'Melihat' Hal-Hal Seram
Ilustrasi Sindrom Charles Bonnet [shutterstcok]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tidak hanya skizofrenia yang membuat penderitanya mengalami halusinasi. Hal ini pun terjadi pada penderita Sindrom Charles Bonnet.

Penderita sindrom ini akan 'melihat' gambar makhluk dan hewan 'fantastis'. Ini terjadi karena otak, alih-alih memproses input sensorik dari mata, justru menciptakan inputnya sendiri.

Berbeda dengan pasien kesehatan mental, penderita sindrom Charles Bonnet sadar bahwa apa yang mereka lihat adalah halusinasi.

Berdasarkan American Academy of Ophthamology, seseorang dengan penglihatan yang sehat mendapat penglihatan ketika cahaya memasuki mata dan diterima oleh  retina. Kemudian, retina mengubah sinar cahaya ini menjadi pesan visual, yang dikirim ke otak, sehingga kita bisa melihatnya.

Baca Juga: Mahasiswa Papua Terancam Sakit Jiwa karena Idap Halusinasi di Penjara

Ketika orang kehilangan penglihatan karena penyakit seperti degenerasi makula terkait usia, glaukoma , atau retinopati diabetik, sistem visual mereka tidak memproses gambar baru.

Ilustrasi orang ketakutan. (Shutterstock)
Ilustrasi penderita Sindrom Charles Bonnet (Shutterstock)

Tanpa data visual yang masuk melalui mata, otak mengisi kekosongan dan membuat gambar atau mengingat gambar yang disimpan untuk Anda lihat. Inilah yang terjadi pada penglihatan penderita dengan Sindrom Charles Bonnet.

Gejala dari sindrom ini bisa sederhana maupun kompleks. Tingkat keparahannya pun bervariasi dari masing-masing orang.

Dilansir The Health Site, beberapa orang hanya akan melihat bentuk dan pola, beberapa dapat bermanifestasi sebagai garis, kilatan cahaya, pola atau bentuk geometris.

Terkadang, halusinasi dapat berbentuk orang, kendaraan, binatang, hingga tumbuhan. Sebuah episode dari sindrom ini dapat terjadi selama beberapa detik hingga berjam-jam.

Baca Juga: Pernah Alami Halusinasi atau Delusi Bukan Berarti Anda Idap Gangguan Mental

Stres, kecemasan, isolasi sosial dan kekurangan sensorik dapat memperburuk gejala.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI