Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa hari ataupun minggu. Namun, tingkat keparahan nyeri bisa berbeda-beda tergantung seberapa banyak plak yang menumpuk di arteri koroner jantung.
Palpitasi atau dikenal sebagai detak jantung yang tidak teratur adalah gejala yang sangat umum terjadi, tapi juga bisa menandakan gejala awal penyakit jantung. Banyak orang yang mengalami palpitasi merasakan bahwa detak jantungnya berhenti sebentar, tapi kemudian dilanjutkan kembali dengan irama yang kencang.
Jika detak jantung yang tak teratur memang berujung pada penyakit jantung, biasanya akan disertai dengan tanda lainnya. Mulai dari pusing, nyeri dada, sesak napas, hingga tubuh terasa goyah.
Masalah lainnya pada jantung, seperti penyakit katup jantung dan penyakit jantung koroner, juga ditandai dengan gejala sesak napas.
Baca Juga: Meninggal di Usia 82, Ade Irawan Derita Komplikasi Jantung dan Paru-paru
Sesak napas gejala penyakit jantung biasanya mungkin terjadi bersamaan dengan nyeri dada. Jadi bisa dikatakan bahwa sesak napas adalah salah satu pertanda medis yang tidak bisa dianggap sepele dan butuh perawatan segera dari dokter.
Sementara tips atau faktor risiko yang dapat Anda kendalikan untuk menurunkan risiko penyakit jantung sebagai berikut:
- Tidak merokok
- Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang
- Mengendalikan atau menjaga agar tekanan darah normal
- Mengendalikan atau menjaga kadar kolesterol darah
- Mengendalikan atau menjaga kadar gula darah agar terhindar dari risiko diabetes
- Menjaga berat badan agar tidak obesitas
- Rutin melakukan aktivitas fisik
- Mengendalikan atau mengelola stres
- Menjaga kebersihan
Dengan melakukan berbagai upaya tersebut diharapkan Anda dapat mencegah atau terhindar dari penyakit jantung.