Ingin Berat Badan Turun? Begini Cara Latih Otak agar Diet Anda Berhasil!

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rosiana Chozanah

Rabu, 01 Januari 2020 | 17:39 WIB
Ingin Berat Badan Turun? Begini Cara Latih Otak agar Diet Anda Berhasil!
Ilustrasi buah dan sayur, diet. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang, terutama perempuan, yang mengeluh ketika mereka gagal melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Meski sudah menahan hasrat, pada akhirnya mereka akan menyerah dan memilih mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Sebuah penelitian baru pun menemukan cara untuk mengatasinya, yaitu dengan membiasakan diri untuk makan makanan sehat.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrition and Diabetes ini dilakukan terhadap 13 peserta yang mengalami obesitas, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.  Sebelumnya, peneliti juga telah melakukan pemindaian MRI pada peserta untuk merekam aktivitas otak saat merespons foto berbagai makanan.

Kelompok eksperimen diberi tugas untuk melakukan diet dengan mengurangi asupan kalori sebesar 500 hingga 1.000 sehari. Mereka juga diharuskan mengikuti diet tinggi serat dan protein untuk mencegah rasa lapar serta mengidam makanan.

Intinya, mereka diberi menu yang sudah dikontrol oleh peneliti.

Setelah enam bulan, peserta dalam kelompok eksperimen telah kehilangan rata-rata 6,5 kilogram, sedangkan kelompok kontrol hanya kehilangan 1,8 kilogram.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Namun, yang menarik adalah bagaimana otak orang-orang dalam kelompok eksperimen mengubah reaksi mereka terhadap makanan. Hasil ini berkebalikan dari apa yang mereka temukan saat MRI awal.

Peneliti melihat adanya sedikit aktivitas pada bagian otak yang mengatur sistem pemberian penghargaan (reward) saat mereka melihat makanan berkalori tinggi. Sebaliknya, aktivasi tampak lebih banyak ketika mereka melihat makanan sehat.

Sedangkan hasil pada kelompok kontrol masih tetap sama seperti saat MRI awal, di mana aktivitas di pusat penghargaan tinggi ketika mereka disodori makanan tidak sehat.

baca juga

Menurut penulis senior Susan Roberts, direktur Department of Agriculture's Energy Metabolism Laboratory AS, masih ada penelitian lanjutan yang harus dilakukan.

"Ada lebih banyak penelitian yang harus dilakukan di sini, yang melibatkan lebih banyak peserta, tindak lanjut jangka panjang, dan menyelidiki lebih banyak area otak," tutur Susan Roberts, dilasnir Mother Nature Network.

Namun, tambahnya, penelitian ini masih bisa berlaku dan menunjukkan bagaimana program penurunan berat badan dapat mengubah makanan apa yang menarik bagi orang yang melakukannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Kelainan Saraf Otak, Musisi Ini Mainkan Biola Selama Operasi

Alami Kelainan Saraf Otak, Musisi Ini Mainkan Biola Selama Operasi

Health | Senin, 30 Desember 2019 | 15:40 WIB

Wanita Ini Mengira Pusing karena Mabuk, Ternyata Ada Tumor di Otak

Wanita Ini Mengira Pusing karena Mabuk, Ternyata Ada Tumor di Otak

Health | Jum'at, 27 Desember 2019 | 12:00 WIB

Catat, HIV Tetap Bisa Memengaruhi Otak Anak Meski Sudah Mendapat Pengobatan

Catat, HIV Tetap Bisa Memengaruhi Otak Anak Meski Sudah Mendapat Pengobatan

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:36 WIB

Tren 2020, Makanan Sehat Ini Diprediksi akan Menarik Banyak Peminat!

Tren 2020, Makanan Sehat Ini Diprediksi akan Menarik Banyak Peminat!

Health | Jum'at, 27 Desember 2019 | 07:30 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×