Yuk, Kenali Apa yang Menyebabkan Hipertensi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 24 Oktober 2019 | 20:12 WIB
Yuk, Kenali Apa yang Menyebabkan Hipertensi

Suara.com - Pasti Anda pernah mendengar istilah hipertensi, bukan? Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang umum ditemui. Bahkan, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2015 diperkirakan 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia menderita hipertensi. Apa saja yang bisa menyebabkan hipertensi?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada hal lain yang juga perlu Anda ketahui. Anda akan dikatakan menderita hipertensi jika memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 140, atau lebih dari 90 untuk tekanan darah diastolik.

Begini penjelasan hipertensi menurut dr. Alvin Nursalim,SpPD.

Bahaya hipertensi untuk kesehatan
Tekanan darah merupakan ukuran kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah. Sementara, jantung bekerja untuk memompa darah ke pembuluh darah, yang kemudian akan membawa darah ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang berbahaya karena akan membuat jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah ke tubuh dan dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah pada berbagai organ Anda.

Akibat sering tidak bergejala, hipertensi juga dapat merusak tubuh Anda secara diam-diam. Jika dibiarkan tidak terkendali atau tidak diobati, gangguan aliran darah karena hipertensi bisa membuat Anda mengalami serangan jantung atau stroke yang fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Berbagai faktor risiko hipertensi
Anda mungkin jadi bertanya-tanya, mengapa bisa ada banyak orang yang menderita hipertensi? Namun, tahukah Anda bahwa 90 persen dari kasus hipertensi merupakan kasus yang tidak diketahui penyebabnya, atau dikenal dengan hipertensi esensial.

Dikutip dari klikdokter.com, terdapat berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi, yaitu:

• Umur
Risiko tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Sebab, pertambahan usia bisa menurunkan fleksibilitas pembuluh darah, sehingga pada sebagian orang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

• Riwayat keluarga
Orang-orang yang memiliki anggota keluarga dekat dengan hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita hipertensi. Misalnya, Anda memiliki orang tua dengan hipertensi, maka Anda patut waspada karena risiko untuk menderita penyakit ini juga jadi lebih tinggi.

Oleh karena itu, Anda harus menjalani pola hidup sehat sedini mungkin agar risiko terjadinya hipertensi pun dapat diturunkan.

• Latar belakang etnis
Ternyata, ada etnis tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi dibanding dengan etnis lainnya.

Orang Afrika-Amerika diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi dibanding orang kulit putih. Selain itu, orang Afrika-Amerika juga kurang responsif terhadap beberapa jenis obat hipertensi.

• Obesitas atau kelebihan berat badan
Orang yang memiliki obesitas atau kelebihan berat badan akan lebih cenderung mengalami tekanan darah tinggi. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

• Jenis kelamin
Secara umum, hipertensi lebih sering terjadi pada laki-laki dewasa daripada pada perempuan dewasa. Namun, setelah usia 55 tahun, risiko seorang perempuan mengalami hipertensi akan meningkat.

• Merokok
Asupan tembakau bisa menyebabkan pembuluh darah mengalami kerusakan dan berdampak pada peningkatan risiko terjadinya hipertensi.

Selain itu, merokok juga menyebabkan masuknya berbagai zat berbahaya ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kanker dan gangguan pembuluh darah.

• Asupan alkohol berlebih
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan tekanan darah secara dramatis, sekaligus meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung dan stroke.

Asupan alkohol yang berlebih juga bisa menyebabkan terjadinya perlemakan hati dan akhirnya menyebabkan terjadinya sirosis atau pengerasan hati.

• Kolesterol tinggi
Lebih dari 50 persen orang dengan tekanan darah tinggi memiliki kolesterol yang tinggi. Pola makan yang mengandung banyak lemak tidak sehat dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di pembuluh darah arteri.

Pada akhirnya, hal tersebut dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan gangguan aliran darah ke berbagai organ vital Anda.

• Diabetes melitus
Orang yang menderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi. Namun, kontrol gula darah yang konsisten dapat mengurangi risiko ini.

• Pola makan yang buruk
Apa yang Anda makan akan menentukan status kesehatan Anda. Banyak pakar kesehatan yang menilai jika pola makan tinggi garam dapat meningkatkan risiko Anda terkena hipertensi.

Selain yang tinggi garam, pola makan tinggi lemak juga disebut dapat meningkatkan risiko hipertensi. Namun, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan, bahwa yang menjadi masalah adalah jenis lemaknya.

• Sumber lemak tumbuhan, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, merupakan sumber lemak yang baik untuk kesehatan. Sedangkan, lemak jenuh dan lemak trans yang biasa ditemukan pada makanan bersumber dari hewan, merupakan sumber lemak yang buruk untuk kesehatan.

Nah, apakah Anda memiliki beberapa faktor risiko diatas? Jika iya, maka Anda patut waspada karena tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti sakit jantung, dan stroke.

Lalu, apa yang harus dilakukan setelah mengetahui apa yang menyebabkan hipertensi?

Mulailah jalani pola hidup sehat dengan menjaga makanan Anda. Kurangi asupan lemak jenuh dan garam, serta berolahraga secara teratur. Pertahankan berat badan agar tetap ideal. Jika Anda sudah memiliki pola hidup sehat, maka risiko hipertensi pun akhirnya akan menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olahraga Malam Disebut Sebagai 'Silent Killer', Dokter Ini Ungkap Alasannya

Olahraga Malam Disebut Sebagai 'Silent Killer', Dokter Ini Ungkap Alasannya

Health | Kamis, 24 Oktober 2019 | 06:25 WIB

Penanganan Heat Stroke, Kondisi yang Disebabkan Cuaca Panas

Penanganan Heat Stroke, Kondisi yang Disebabkan Cuaca Panas

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:50 WIB

Waspada! Sarapan sebelum Olahraga Justru Picu Diabetes dan Darah Tinggi

Waspada! Sarapan sebelum Olahraga Justru Picu Diabetes dan Darah Tinggi

Health | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:05 WIB

Mendadak Jatuh Pingsan, Ternyata Gadis 10 Tahun Ini Kena Serangan Stroke!

Mendadak Jatuh Pingsan, Ternyata Gadis 10 Tahun Ini Kena Serangan Stroke!

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 09:43 WIB

Alami Tekanan Darah Tinggi? Ini Cara Mengontrolnya tanpa Obat-obatan

Alami Tekanan Darah Tinggi? Ini Cara Mengontrolnya tanpa Obat-obatan

Health | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:10 WIB

Catat! Ini 5 Makanan yang Membantu Mencegah Penyumbatan Arteri

Catat! Ini 5 Makanan yang Membantu Mencegah Penyumbatan Arteri

Health | Rabu, 02 Oktober 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB