Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan cuaca panas dan terik akan terus melanda di beberapa daerah di Indonesia hingga satu minggu ke depan.
"Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu matahari," kata Deputi Bidang Meteorologi R Mulyono R Prabowo, Selasa (22/10/2019).
Sejak September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan bergerak ke belahan Bumi selatan hingga Desember 2019.
Jadi, pada Oktober ini posisi semu matahari berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan. Tidak heran jika wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, mengalami suhu panas.
Suhu panas seperti ini cenderung dapat menyebabkan heat stroke.
![Ilustrasi motor bebek dan helm [Shutterstock].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/07/27/40142-motor-bebek-di-bawah-terik-matahari.jpg)
Berdasarkan Mayo Clinic, heat stroke merupakan kondisi yang disebabkan oleh tubuh yang terlalu panas, umumnya ini terjadi ketika seseorang terlalu lama beraktivitas dalam suhu tinggi.
Heat stroke yang tidak segera diobati dapat merusak otak, jantung, ginjal dan otor secara cepat. Kerusakan akan bertambah parah apabila pengobatan tertunda.
Untungnya, heat stroke dapat diprediksi dan dicegah. Berikut beberapa langkah pencegahannya.
- Kenakan pakaian longgar dan ringan. Menggunakan pakaian secara berlebihan atau pakaian ketat tidak akan membuat tubuh mendingin dengan baik.
Baca Juga: Aktivitas Padat saat Cuaca Panas, Cegah Dehidrasi Dengan 5 Cara Ini
- Lindungi diri dari sengatan matahari. Sengatan matahari memengaruhi kemampuan tubuh dalam proses pendinginan.