Gejala Gangguan Tiroid Samar-samar, Yuk Mengenalinya Lebih Cermat

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:09 WIB
Gejala Gangguan Tiroid Samar-samar, Yuk Mengenalinya Lebih Cermat
Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)

Suara.com - Gejala Gangguan Tiroid Samar-samar, Yuk Mengenalinya Lebih Cermat.

Gangguan tiroid menjadi masalah umum yang kini cukup banyak dialami pasien, namun terlambat pengobatannya.

Padahal, lebih cepat mengenal gejala dan mengobatinya, gangguan tiroid tidak membahayakan. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko buruknya. 

Gangguannya adalah penderita gangguan tiroid mengalami kesulitan dalam mengatur energi, suhu tubuh, pertumbuhan jaringan tubuh, hingga mempengaruhi kerja organ tubuh seperti jantung, pencernaan, otot dan sistem saraf. 

Dokter M Ikhsan Mokoagow Sp PD M Med Sci, menggelar jumpa pers dengan media untuk mengenalkan lebih lanjut soal tiroid ini pada Rabu (28/08/2019). (Suara.com/Silfa Humairah)
Dokter M Ikhsan Mokoagow Sp PD M Med Sci, menggelar jumpa pers dengan media untuk mengenalkan lebih lanjut soal tiroid ini pada Rabu (28/08/2019). (Suara.com/Silfa Humairah)

Apa sih tiroid, jenis dan gejalanya tentu penting disosialisasikan kepada masyarakat. Dalam hal ini Rumah Sakit Pondok Indah bersama dr M Ikhsan Mokoagow Sp PD M Med Sci, menggelar jumpa pers dengan media untuk mengenalkan lebih lanjut soal tiroid ini pada Rabu (28/08/2019) di salah satu restoran di Jakarta Selatan.

"Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh Anda. Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid). Kondisi kelenjar ini pada dasarnya berbentuk kupu-kupu kecil yang ditemukan di depan leher," katanya. 

M Ikhsan Mokoagow menuturkan jenis gangguan tiroid ada beberapa macam, yakni:

1. Hipertiroid

Gejala penyakit ini terbagi menjadi dua yaitu gejala umum dan gejala spesifik terhadap organ tubuh di mana hormon tiroid ini bekerja.

Gejala umum dari kondisi yaitu tidak tahan terhadap udara panas, mudah lelah, leher membesar, penurunan berat badan, sering lapar, sering buang air besar.

Sementara, gejala spesifik dari kondisi ini antara lain:

Sistem pencernaan: banyak makan, haus, muntah, sulit menelan, pembesaran limfa.
Sistem reproduksi: gangguan siklus haid, penurunan libido, kemandulan, ginekomastia pada laki-laki.
Kulit: keringat berlebihan, kulit basah, rambut rontok.
Psikis dan saraf: labil, mudah tersinggung, sulit tidur, tangan gemetar.
Jantung: jantung berdebar-debar, gangguan irama jantung, hipertensi, gagal jantung.
Sistem otot dan tulang: mudah lelah, nyeri tulang, osteoporosis.
Pada kondisi ini yang disebabkan oleh penyakit Graves, biasanya ditemukan gejala lain, seperti pembengkakan di tulang kering kaki, bola mata yang menonjol, penurunan penglihatan, penglihatan ganda dan luka di kornea mata.

2. Hipotiroid

Gejala penyakit ini yang berada di bagian leher sering diakibatkan karena terlalu sedikit hormon yang dihasilkan (hipotiroid). Gejalanya bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, secara umum gejala penyakit ini cenderung berkembang perlahan, sering kali selama beberapa tahun.

Awalnya mungkin Anda tidak menyadari gejala hipotiroid, seperti kelelahan dan kenaikan berat badan. Namun, semakin lama kondisi ini akan membuat proses metabolisme Anda terus melambat. Jika ini terjadi, Anda akan semakin merasakan gejala yang lebih jelas.

Gejala kondisi ini mungkin termasuk kelelahan, lebih sensitif terhadap udara dingin, sembelit, kulit kering, wajah membengkak, suara serak, otot melemah, kadar kolesterol meningkat, nyeri otot, kekakuan, sendi membengkak atau kaku, periode menstruasi tidak teratur dan terasa lebih berat, rambut menipis, denyut jantung melambat, depresi, datau gangguan memori.

Jika hipotiroid tidak diobati, tanda dan gejala akan semakin parah. Stimulasi kelenjar untuk melepaskan lebih banyak hormon dapat menyebabkan kelenjar tiroid membengkak (gondok).

Selain itu, Anda juga akan menjadi pelupa, lambat dalam berpikir, atau merasa stres.

Hipotiroid yang berkelanjutan, atau dikenal sebagai myxedema, jarang terjadi, tetapi ketika kondisi ini terjadi dapat mengancam jiwa. Gejalanya termasuk tekanan darah rendah, penurunan pernapasan, penurunan suhu tubuh, lambat dalam merespon dan bahkan koma. Dalam kasus yang ekstrim, myxedema bisa berakibat fatal.

3. Pembengkakan kelenjar tiroid

Pembengkakan kelenjar tiroid di leher bisa dikenal dengan gondok atau gondokkan, biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Gejala gondok lainnya tergantung dari penyakit tiroid yang menjadi penyebabnya. Entah itu hipotiroid atau hipertiroid.

Ciri-ciri bila tubuh Anda mengalami pembengkakan leher karena kondisi hipotiroid, antara lain:

Lemas
Berat badan bertambah dengan nafsu makan yang menurun
Tidak tahan dingin
Kulit kering dan rambut rontok
Sering merasa ngantuk
Sembelit (susah buang air besar)
Emosi tidak stabil dan sering lupa
Fungsi penglihatan menurun
Fungsi pendengaran menurun

Sementara, pada ciri-ciri kelenjar tiroid yang mengalami pembengkakan karena kondisi hipertiroid, ciri-cirinya berkebalikan antara lain:

Berat badan menurun
Tidak tahan panas
Perasaan cemas
Sering merasa deg-degan
Tremor (getaran anggota tubuh tanpa disadari, biasanya paling jelas terlihat pada tangan)
Hiperaktif
Pada gondok, untuk mengetahui apakah ditemukan kondisi hipotiroid atau hipertiroid, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid di leher. Gondok membutuhkan penanganan medis, mulai dari minum obat kelenjar tiroid sampai dengan tindakan operasi. Gondok tidak bisa hilang dengan sendirinya.

M Ikhsan Mokoagow menuturkan gejala gangguan tiroid memang cukup samar dan memiliki persamaan dengan banyak penyakit lain sehingga jarang mendapat perhatian untuk diperiksakan.

Namun, ada gejala urgent yang cukup menjadi spesifikasi sehingga pasien bisa memeriksakannya jika mengalami gejala-gejala di bawah ini:

Merasa sangat dingin bahkan ketika cuaca panas
Sembelit terus menerus
Kelemahan otot
Perubahan drastis pada berat badan padahal pola makan Anda tidak berubah
Nyeri sendi atau otot
Merasa sedih, tertekan atau sangat lelah atau mudah depresi
Pucat, kulit kering
Rambut kering, rontok dan menipis
Denyut jantung lambat
Kurang berkeringat dari biasanya
Wajah bengkak
Suara serak
Perdarahan menstruasi lebih dari biasanya

"Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas, konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. Karena ada kemungkinan ada gangguan tiroid yang harus segera diobati untuk kesehatan Anda, atau jika ganas harus dilakukan pembedahan," jelasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Bahas Penyakitnya, Rachel Amanda: Aku Baik-baik Saja

Ogah Bahas Penyakitnya, Rachel Amanda: Aku Baik-baik Saja

Entertainment | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 21:05 WIB

Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Tindakan Preventif dari Gangguan Tiroid

Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Tindakan Preventif dari Gangguan Tiroid

Health | Jum'at, 19 Juli 2019 | 16:35 WIB

5 Penyakit yang Bisa Mengubah Kepribadian, Salah Satunya Stroke

5 Penyakit yang Bisa Mengubah Kepribadian, Salah Satunya Stroke

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 13:10 WIB

Terkini

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB