Bekerja 10 Jam Lebih per Hari? Waspadai Risiko Stroke Mengintai

Vika Widiastuti Suara.Com
Minggu, 23 Juni 2019 | 13:25 WIB
Bekerja 10 Jam Lebih per Hari? Waspadai Risiko Stroke Mengintai
Ilustrasi kerja hingga larut malam. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sebuah penelitian mengungkapkan, orang yang bekerja selama 10 jam lebih setiap hari dalam 1 dekade atau 10 tahun, 45 persen memiliki risiko mengalami stroke.

Dilansir dari Daily Mail, hasil penelitian ini juga membuat peneliti di Prancis terkejut sebab orang di bawah usia 50-an tahun lebih berisiko dibanding orang yang lebih tua.

Penelitian yang dilakukan di Paris Hospital, Versailles dipimpin oleh Profesor Alexis Descatha, dari unit kesehatan kerja.

Warga di Inggris diketahui memiliki hari kerja terpanjang di Eropa, yaitu 42 jam dalam seminggu atau 120 menit lebih lama dari pekerja UE pada umumnya. Shift tidak teratur, kerja malam, dan tekanan pekerjaan yang tinggi dianggap sebagai pemicu kesehatan yang buruk pada karyawan.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Pengguna Vape Justru Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

Untuk mengetahui pengaruh jam kerja terhadap kondisi kesehatan karyawan, khususnya risiko penyakit stroke, para peneliti menganalisis 143.592 pekerja di Prancis pada 2012. Di mana 42.542 atau sekitar 29 persen dari mereka melaporkan memiliki jam kerja panjang atau lebih dari 10 jam pada suatu waktu selama 50 hari dalam setahun.

Sekitar 1 dari 10 peserta mengaku mereka telah bekerja selama setidaknya 1 dekade. selama tujuh tahun berikutnya, 1.224 peserta menderita stroke.

Kerja lembur. (Shutterstock)

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Stroke ini mengungkapkan, mereka yang melaporkan telah bekerja berjam-jam memiliki risiko 29 persen lebih besar mengalami kondisi yang mengancam jiwa dan peluang meningkat jadi 45 persen pada 14.482 (10 persen) yang melakukannya selama 1 dekade lebih.

Yang lebih mengejutkan, dari para peserta yang berusia 18-69, peserta muda lebih berisiko. "Hubungan antara 10 tahun menjalani jam kerja panjang dan stroke tampaknya lebih kuat dialami orang di bawah usia 50 tahun," kata Profesor Descatha.

Menurutnya, hal ini tak terduga dan butuh penelitian lebih lanjut untuk lebih mendalaminya.

Baca Juga: Waspadai 6 Gejala Heat Stroke yang Kerap Tak Disadari

Selain itu, para ilmuan juga khususnya khawatir terhadap pekerja di layanan kesehatan karena mereka dipaksa untuk bertahan lama. "Saya juga akan menekankan bahwa pegawai layanan kesehatan bekerja lebih dari jam kerja mungkin juga berisiko lebih tinggi terkena stroke," lanjutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI