
Setelah dilakukan pemindaian, tim medis Rumah Sakit Anak Nationwide di Ohio menyatakan bahwa Lauren mengalami pembengkakan otak.
Saat itu pula Lauren dipindahkan ke ruang ICU untuk ditinjau lebih lanjut. Dia lalu dipindahkan lagi ke Unit Penyakit Menular dan mulai mengalami kejang serius.
"Matanya berputar dan tekanan darahnya tinggi. Ahli saraf mengatakan itu gejala dari penyakit la crosse dan virus itu ternyata ditularkan melalui nyamuk," tutur Holly Zehner.
Holly mengatakan biasanya seseorang yang menderita penyakit seperti anaknya memperlihatkan gejala seperti flu, tetapi dalam kondisi serius bisa mengancam jiwa.

Beruntungnya, nyawa Lauren masih dapat ditangani oleh tim medis. Meskipun begitu, Lauren mesti dua kali mengalami kejang dan kemunduran kognitif.
"Ahli neuropsikologi memberi tahu kami bahwa penyakit itu bisa menyebabkan Lauren mengalami gangguan perkembangan. Ia akan mengalami kemunduran kognitif satu tahun dibanding anak lainnya," jelasnya.
Setelah 6 hari menjalani rawat inap, kondisi Lauren berangsur membaik dan diperbolehkan pula. Namun, Holly sebagai ibu sempat khawatir jika anaknya kembali mengalami kejang atau tertular virus itu lagi.
Oleh karena itu, ia langsung menguji lingkungan di sekitar rumahnya dan melakukan berbagai cara guna melindungi anaknya dari virus tersebut. Dia tidak mau anaknya digigit nyamuk yang membawa penyakit berbahaya lagi.
Baca Juga: Awas untuk Lelaki, Gigitan Nyamuk Ini Bisa Bikin Skrotum Bengkak