Geger Melon Kuning Terpapar Listeria di Australia, Ini Bahayanya

Ririn Indriani

Minggu, 11 Maret 2018 | 13:56 WIB
Geger Melon Kuning Terpapar Listeria di Australia, Ini Bahayanya
Melon Kuning. (Shutterstock)

Penyebaran Bakteri Listeria
Bakteri listeria hidup di tanah dan air. Bakteri ini bisa menyebar dengan cara sebagai berikut:

1. Sayuran dan Buah
Sayuran dan buah bisa terkontaminasi di manapun di sepanjang rantai produksi pangan, yang meliputi penanaman, pemanenan, pengemasan, pendistribusian, persiapan dan penyajian. Hujan lebat juga bisa membuat listeria yang ada di tanah naik ke permukaan atau kulit sayuran, terutama pada buah atau sayuran yang tumbuh rendah ke tanah, seperti semangka.

2. Hewan
Hewan bisa membawa bakteri dan bisa mencemari daging dan produk susu.

3. Makanan Olahan
Makanan olahan seperti keju lunak dapat terkontaminasi setelah diproses.

4. Makanan yang Tidak Dipasteurisasi
Susu atau makanan yang tidak dipasteurisasi (susu mentah) juga bisa terkontaminasi bakteri Listeria.

5. Restoran dan Dapur Rumah
Kontaminasi listeria juga bisa terjadi di restoran dan dapur rumah. Listeria merupakan bakteri yang sangat kuat. Ia dapat bertahan pada suhu yang dingin (di dalam lemari es), suhu panas dan juga bisa menyesuaikan untuk bertahan hidup di lingkungan asam seperti perut.

Bakteri ini dapat bertahan di dalam tubuh, berpindah antarsel (fagosit manusia) untuk waktu yang lama. Ini sebabnya mengapa bisa ada "masa inkubasi" yang panjang antara konsumsi dan onset penyakit.

Masa inkubasinya bisa selama 70 hari, tapi biasanya sekitar tiga minggu. Gejala dari listeriosis meliputi demam, nyeri otot dan masalah gastrointestinal seperti mual, muntah dan diare.

Jika infeksi menyebar ke sistem saraf, gejala seperti sakit kepala, leher kaku, bingung, kehilangan keseimbangan, atau kejang, bahkan koma bisa terjadi. Dalam kasus tersebut, tingkat kematian setinggi 30 persen.

baca juga

Pada perempuan hamil, bakteri tersebut diduga melintasi lapisan pembuluh darah ibu dan kemudian masuk sirkulasi janin plasenta. Infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, lahir mati dan infeksi bayi baru lahir.

Pengobatan untuk infeksi yang dikonfirmasi melibatkan antibiotik dan tindakan suportif seperti cairan intravena untuk dehidrasi.

Jika Anda hamil dan terkena listeriosis, antibiotik seringkali dapat mencegah infeksi pada janin atau bayi baru lahir. Bayi yang memiliki listeriosis menerima antibiotik yang sama dengan orang dewasa, walaupun kombinasi antibiotik sering digunakan sampai dokter yakin penyebabnya adalah listeriosis.

Pencegahan Bakteri Listeria
Anda dapat mencegah listeriosis dengan mempraktikkan langkah berikut:

1. Belanja dengan Aman
Belanja dengan aman bisa dilakukan dengan cara di antaranya, pisahkan kantong daging mentah, unggas atau ikan dengan makanan lainnya.

2. Cuci Tangan
Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah menangani makanan, mencuci piring, setelah menggunakan kamar mandi atau mengganti popok.

3. Cuci Buah dan Sayuran
Mencuci buah dan sayuran segar dengan cara membilasnya dengan air mengalir.

4. Sebaiknya Pakai Dua Talenan
Jika memungkinkan, gunakan dua talenan, satu untuk produk segar dan lainnya untuk daging mentah, unggas dan makanan laut. Cuci pisau, talenan dan peralatan dapur, setelah Anda gunakan.

5. Simpan Makanan dengan Aman
Masak, dinginkan, atau bekukan daging, unggas, telur, ikan, dan makanan siap saji dalam waktu 2 jam. Pastikan lemari es Anda diset pada suhu 4 derajat celcius atau lebih dingin.

Ini dikarenakan listeria bisa tumbuh di kulkas. Jadi, Anda sebaiknya selalu membersihkan tumpahan di kulkas, terutama air dari daging mentah, atau unggas.

6. Masak Makanan dengan Aman
Panaskan kembali sisa makanan sampai sedikitnya 74 derajat celcius. Jangan makan daging asap yang belum dimasak, dan waspadalah terhadap risiko keracunan makanan dari ikan mentah (termasuk sushi), kerang, dan tiram.

7. Sajikan Makanan dengan Aman
Simpan makanan panas yang dimasak dengan panas di atas 60 derajat Celcius, dan makanan dingin di suhu 4 derajat Celcius atau di bawahnya.

8. Ikuti Petunjuk pada Label Kemasan Makanan
Label kemasan makanan memberikan informasi kapan harus menggunakan makanan dan cara menyimpannya. Membaca label makanan dan mengikuti instruksi keselamatan akan mengurangi kesempatan Anda untuk sakit, karena keracunan makanan.

9. Buang bila Ragu
Jika Anda tidak yakin apakah makanan itu aman untuk dikonsumsi, jangan memakannya. Pemanasan kembali makanan yang terkontaminasi tidak akan membuatnya aman.

Jangan mencicipi makanan yang mencurigakan, meski wangi dan warnanya sangat mengundang selera.

Itulah penjelasan lengkap mengenai bakteri berbahaya Listeria dan cara mencegahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melon Potong Ini Sebabkan Tiga Orang Tewas

Melon Potong Ini Sebabkan Tiga Orang Tewas

Lifestyle | Senin, 05 Maret 2018 | 06:00 WIB

Hati-hati, Jangan Konsumsi Makanan Ini dalam Keadaan Mentah!

Hati-hati, Jangan Konsumsi Makanan Ini dalam Keadaan Mentah!

Lifestyle | Selasa, 24 Januari 2017 | 11:21 WIB

Mungkin Anda Tak Akan Percaya Harga "Melon Keberuntungan" Ini

Mungkin Anda Tak Akan Percaya Harga "Melon Keberuntungan" Ini

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 17:37 WIB

Terkini

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Liburan Luar Negeri Diskon Jutaan, Begini Cara Klaim Diskon BRI di Avia Tour!

Liburan Luar Negeri Diskon Jutaan, Begini Cara Klaim Diskon BRI di Avia Tour!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB

Target Revitalisasi Tambak Pantura 20.000 Hektare, Pemerintah Baru Siapkan 6.000 Hektare

Target Revitalisasi Tambak Pantura 20.000 Hektare, Pemerintah Baru Siapkan 6.000 Hektare

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:04 WIB

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

Nusron Wahid Absen Rapat dengan DPR di Tengah Sorotan Kasus OTT HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:57 WIB

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:50 WIB

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

Mulai Nabung dari Sekarang, Harga BBM Naik pada Oktober

Mulai Nabung dari Sekarang, Harga BBM Naik pada Oktober

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?

4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB

×