Berapa Lama Bisa Tahan Napas? Ini 3 Fakta tentang Paru-paru

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 24 Mei 2017 | 14:04 WIB
Berapa Lama Bisa Tahan Napas? Ini 3 Fakta tentang Paru-paru
Ilustrasi paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Tiap udara yang manusia hirup dan embuskan kembali, tidak akan berjalan baik tanpa adanya organ yang bernama paru-paru. Umumnya setiap manusia punya dua buah paru-paru (sebelah kanan dan kiri), di mana paru-paru juga menjadi salah satu organ terbesar dalam tubuh.

Biasanya, paru-paru kiri ukurannya sedikit lebih kecil dari yang kanan. Ini Dikarenakan paru-paru kiri harus berbagi ruang dengan jantung agar bisa memuat pas di dalam rongga dada.

Paru-paru dan jantung ditempatkan saling berdekatan bertujuan agar bisa bekerja sama dengan baik, dan dikelilingi oleh tulang rusuk yang melindungi kedua organ penting tersebut.

Tak bisa dipungkiri bahwa paru-paru adalah salah satu organ paling penting di tubuh manusia. Tapi seberapa jauh Anda mengenal organ ini? Berikut ulasan yang dipaparka oleh hellosehat.com.

Bisa menahan napas selama 20 menit lebih
Biasanya, seseorang bisa menahan napas sekitar 30-60 detik. Kenapa manusia tidak bisa lama-lama menahan napas? Pada dasarnya keterbatasan ini lebih sering disebabkan oleh adanya penumpukan karbon dioksida pada paru-paru.

Beda halnya lagi jika Anda membandingkan dengan penyelam yang bisa berlama-lama di dalam air. Penyelam biasanya punya teknik pernapasan yang berbeda, contohnya adalah hiperventilasi. Teknik tersebut berguna untuk mengurangi penumpukan karbondioksida dalam darah, sehingga mungkin saat mereka bisa menahan napas dalam waktu yang lumayan lama, sekitar 20 menit pada sekali menyelam.

Paru-paru, satu-satunya organ yang bisa mengapung di air
Tahukah Anda bahwa paru-paru bisa mengapung di air? Ya, masing-masing paru-paru Anda nyatanya mengandung sekitar 300 juta struktur sel yang mirip balon dan disebut sebagai alveoli.

Alveoli inilah yang menggantikan limbah karbon dioksida dalam darah dengan oksigen. Bila struktur sel ini dipenuhi udara, paru-paru bisa menjadi satu-satunya organ tubuh manusia yang bisa mengapung di air.

Studi medis yang diteliti oleh International Journal of Legal Medicine pada 2013, menyatakan adanya uji pemeriksaan medis tentang paru-paru sebagai pelampung. Pemeriksaan ini berkaitan dengan tujuan otopsi bayi untuk menentukan apa bayi masih hidup atau sudah meninggal di dalam rahim.

Jika paru-paru bayi mengapung, maka dipastikan bayi di dalam kandungan masih hidup. Tetapi kalau paru-parunya tidak mengapung, kemungkinan bayi lahir dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Metode ini sudah banyak dilakukan oleh dokter, dan biasanya berjalan 98 persen akurat dari waktu ke waktu.

Paru-paru jadi lambang penting di zaman Mesir kuno
Baik manusia maupun hewan tidak akan bisa menghirup udara dengan lancar jaya tanpa adanya organ paru-paru. Nah, karena paru-paru dianggap menjadi organ tubuh yang sangat penting, masyarakat pada zaman Mesir kuno sangat mengagungkan paru-paru.

Mereka menganggap bahwa paru-paru punya hubungan tersendiri untuk pertahanan hidup. Sampai-sampai mereka menciptakan hieroglif (ukiran suci) yang melukiskan paru-paru dan tenggorokan untuk melambangkan kesatuan di negerinya dahulu.

Tidak jarang juga ditemukan berbagai artefak kuno pada masa Firaun, termasuk pakaian, perabotan, perhiasan dan ukiran-ukiran dinding yang banyak menyerupai bentuk paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Statin Ternyata Tak Berpengaruh pada Pasien Kanker Paru

Studi: Statin Ternyata Tak Berpengaruh pada Pasien Kanker Paru

Health | Rabu, 01 Maret 2017 | 18:56 WIB

Tak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Ini Tanggapan Dokter

Tak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Ini Tanggapan Dokter

Health | Jum'at, 10 Februari 2017 | 15:15 WIB

Awas, Tak Menjaga Kebersihan Alat Musik Tiup Bagpipe Bisa Picu Radang Paru!

Awas, Tak Menjaga Kebersihan Alat Musik Tiup Bagpipe Bisa Picu Radang Paru!

Health | Senin, 29 Agustus 2016 | 12:20 WIB

Terkini

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:33 WIB