Meski tak banyak, pemilik tangan kidal (kiri) ada di sekitar kita. Mereka mengandalkan kidal untuk melakukan semua hal seperti normalnya orang menggunakan tangan kanan.
Data menunjukkan bahwa sekitar 10 persen populasi dunia terdiri dari orang bertangan kidal. Meski bukan tergolong kelainan, struktur otak pada orang bertangan kidal memang berkebalikan dengan orang pada umumnya.
Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang menjadi kidal? Profesor psikologi dari University of Texas-Austin, Ronald Yeo berpendapat bahwa kemungkinan besar hal ini dipengaruhi sejak awal perkembangan janin.
Berikut adalah fakta-fakta dibalik orang bertangan kidal yang harus Anda tahu!
1. Tak hanya dipengaruhi faktor genetika
Para ilmuwan belum mengetahui pasti penyebab kidal pada 10 persen populasi dunia. Yang pasti, 25 persen bisa disebabkan oleh faktor genetik dalam riwayat keluarga. Tapi 75 persen kemungkinan lainnya bisa dipengaruhi faktor lainnya. Menurut Yeo, ada banyak teori yang menyebabkan seseorang menjadi kidal, termasuk pembentukan gen selama kehamilan.
2. Terkait dengan stres selama kehamilan
Dalam sebuah penelitian di Inggris, ditemukan bahwa janin dari perempuan yang didera stres selama kehamilan lebih mungkin untuk menyentuh wajah mereka dengan tangan kiri dibandingkan tangan kanan.
Bukti lain menyebutkan bahwa, perempuan yang mengalami depresi selama kehamilan lebih mungkin untuk memiliki anak kidal. Oleh karena itu peneliti meyakini bahwa stres berperan menciptakan perubahan gen yang membuat anak kidal.
3. Berisiko lebih tinggi mengidap kanker payudara
Kidal tampaknya banyak dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan fisik termasuk kanker payudara. Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer tahun 2007 menunjukkan risiko kanker payudara yang lebih tinggi pada orang kidal.
Yeo mengatakan bahwa perubahan gen selama kehamilan berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan yang mungkin diderita seseorang, termasuk risiko kanker payudara.
4. Lebih sering dialami kembar identik
Kembar identik seringkali didefinisikan sebagai bayangan cermin, dimana anak kembar memiliki karakteristik fisik yang sama. Oleh karena itu, peneliti meyakini bahwa pada orang yang kembar identik ada salah satu diantaranya yang kidal.
Bahkan studi di Belgia menunjukkan bahwa peluang kidal pada anak kembar lebih banyak dua kali lipat.