Suara.com - Penyakit kusta masih menjadi ancaman di Indonesia dimana masih ditemukan kasus baru di setiap provinsi.
"Tidak ada satupun provinsi yang bebas kusta, dia ada di 34 provinsi. Mungkin 80 persen kabupaten/kota ada," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan M Subuh usai peringatan Hari Kusta Sedunia di Jakarta, Senin (26/1/2015).
Hari Kusta Sedunia diperingati setiap tanggal 25 Januari dan untuk tahun 2015 mengangkat tema "Hilangkan Stigma! Kusta dapat disembuhkan dengan tuntas".
Sementara itu, Subuh mengatakan Indonesia telah melakukan eliminasi nasional kusta pada tahun 2000 yaitu menekan kasus hingga kurang dari satu per 10.000 penduduk.
"Eliminasi ini secara nasional tapi secara provinsi belum. Ada 14 provinsi yang belum. Ini yang akan kita kejar pada 2019," kata Subuh.
Keempat belas provinsi yang masih memiliki beban kusta tinggi adalah Banten, Sulawesi Tengah, Aceh, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Kalimantan Utara.
Setelah eliminasi, Subuh mengatakan target selanjutnya adalah eradikasi kusta atau mengurangi tingkat infeksi hingga nol kasus.
Kementerian Kesehatan disebutnya sedang mengembangkan pemberian obat bagi pencegahan kusta yang akan diberikan kepada seluuh anggota masyarakat di daerah yang memiliki beban tinggi.
"Ini sedang kita uji cobakan di Sampang. Dosisnya sekali minum dalam setahun selama tiga tahun berturut-turut," ujarnya.
Jika dinilai berhasil, program serupa juga akan diterapkan di daerah lain yang memiliki beban kusta tinggi.