Suara.com - Helmy Yahya menjadi salah satu figur publik yang mengkritik konten Willie Salim masak rendang sebanyak 200 kilogram di Palembang
Konten tersebut dikritik lantaran Willie mengaku rendangnya hilang ketika ditinggalkan sebentar ke toilet.
Akibatnya warga Palembang mendapatkan citra pencuri dari pengguna media sosial.
Dari sekian banyak kritikan, Willie Salim memilih mendatangi Helmy Yahya dan meminta maaf.
Apa alasan Willie Salim memilih Helmy Yahya? Ketahui selengkapnya melalui ulasan mengenai latar belakang Helmy Yahya berikut ini.
1. Latar Belakang Helmy Yahya

Helmy Yahya merupakan presenter ternama kelahiran Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 63 tahun silam.
Ogan Komering Ilir ialah sebuah kabupaten di Sumatera Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Palembang di sisi utara.
Sementara di sisi selatan, Ogan Komering Ilir berbatasan dengan Provinsi Lampung.
Keluarga Helmy Yahya tinggal di Indralaya, Ibu Kota Kabupaten Ogan Ilir, yang jaraknya sekitar 31 km dari Palembang dan merupakan bagian dari kawasan metropolitan Palembang Raya.
Baca Juga: Konten Masak Rendang Berbuntut Panjang, Siapa Saja yang Laporkan Willie Salim ke Polisi?
Helmy Yahya keturunan Melayu Palembang. Mayoritas penduduk Sumatera Selatan memanglah Suku Melayu.
Suku Melayu di Sumatera Selatan terdiri dari Melayu Palembang, Melayu Komering, Melayu Semendo, Melayu Empat Lawang, Melayu Musi, dan Melayu Banyuasin.
Semasa kecil, Helmy Yahya hidup di Palembang sebagai anak dari pedagang kaki lima.
Helmy Yahya merupakan anak bungsu dari lima bersaudara pasangan H.M. Yahya Matusin dan Hj. Komariah Yahya.
Kakak Helmy Yahya, Tantowi Yahya, pun dikenal sebagai seorang presenter sekaligus politisi kenamaan Tanah Air.
Bukan hanya presenter, Helmy Yahya juga terjun ke dunia politik.
Helmy Yahya pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan (2008), Calon Bupati Kabupaten Ogan Ilir (2010 dan 2015), serta Caleg DPR RI bersama PSI dapil 1 Sumatera Selatan (2024).
Namun dari empat kali pencalonan tersebut, tak satupun kemenangan diraih Helmy Yahya.
Berbeda dengan Helmy Yahya, Tantowi Yahya terpilih sebagai anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan II pada 2009 dan dapil DKI Jakarta III pada 2014 bersama Partai Golkar.
Sebagai putra kebanggan Sumatera Selatan, Helmy Yahya dipercaya memimpin event-event besar di daerahnya.
Di antaranya Pembukaan dan Penutupan PON Palembang 2004 dan Sea Games Jakarta-Palembang 2011.
Dengan latar belakang tersebut, Helmy Yahya menjadi salah satu tokoh dari Palembang yang disegani sehingga Willie Salim langsung mendatanginya untuk meminta maaf.
Selain Helmy Yahya, artis-artis asal Palembang yang ikut memberikan kritiknya terhadap Willie Salim adalah Fenita Arie dan Anwar Fuadi.
2. Sikap Helmy Yahya soal Konten Willie Salim

Helmy Yahya mengungkap kedatangan Willie Salim ke rumahnya setelah ramai kecaman terhadap konten rendang 200 kilogram di Palembang.
Pasalnya Willie Salim dilaporkan oleh tiga orang sekaligus, yaitu Ryan Gumay, Agung Wijaya, dan konten kreator asal Palembang, Rendy Aditya.
Laporan terhadap Willie Salim telah diterima Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan pada Senin (24/3/2025).
Setelah bertemu Willie Salim, Helmy Yahya tetap merasa warga Palembang berhak tersinggung soal konten rendang 200 kilogram tersebut.
Bagaimana tidak, Willie Salim membuat konten yang tidak bertanggung jawab dengan pengakuan bahwa persiapan timnya kurang matang.
Menurut Helmy Yahya, gagal membuat perencanaan sama saja dengan merencanakan kegagalan.
Yang dirugikan dari konten rendang Willie Salim pun bukan hanya individu, melainkan berefek pada seluruh warga Palembang.
Di mata Helmy Yahya, Willie Salim memberikan kesempatan untuk warga Palembang melakukan kejahatan dengan memasak rendang yang butuh waktu cukup lama untuk matang.
Mau Willie Salim mengaku atau tidak, Helmy Yahya yakin konten rendang 200 kilogram adalah settingan.
Nasi sudah menjadi bubur, Willie Salim kini hanya bisa meminta maaf dengan tulus kepada warga Palembang, tetapi kemungkinan proses hukum tetap berjalan. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi