Suara.com - Penyanyi Andien Aisyah mengabarkan kabar duka atas meninggalnya seorang anak bernama Pika yang mengidap cerebral palsy.
Lewat unggahan di media sosialnya, pelantun lagu "Gemintang" itu mengenang pertemuannya dengan Pika serta ibunya, Santi, yang selama ini berjuang untuk mendapatkan akses pengobatan terbaik bagi putrinya.
Dalam keterangan foto yang diunggahnya, Andien mengungkapkan keberanian luar biasa Santi yang membawa tulisan besar saat Car Free Day (CFD) di Jakarta pada 2022.
Poster tersebut menyoroti kebutuhan ganja medis sebagai terapi untuk Pika. Saat itu, ganja medis masih menjadi perdebatan di Indonesia.
"2022 lalu, saat CFD, aku bertemu Ibu Santi yang sedang bersama anaknya, Pika. Pika ada di kereta bayi, sementara Ibu Santi membawa poster yang menurutku luar biasa berani," tulis Andien dalam unggahannya.
Merasa iba dan terharu dengan perjuangan Santi, Andien langsung menghampiri dan memeluknya di tengah keramaian. Momen itu menjadi sangat emosional bagi keduanya.
"Aku mendekat, dan saat kami berpelukan, air mata kami berdua sama-sama jatuh," kenang Andien.
Saat itu, Andien semakin memahami bahwa Santi sedang berusaha memperjuangkan legalisasi ganja medis demi kesembuhan putrinya yang menderita cerebral palsy. Baginya, cinta seorang ibu benar-benar tidak mengenal batas.
"Benar adanya, kasih seorang ibu bisa membelah lautan. Aku bisa merasakan betapa besar cinta dan ketulusan Ibu Santi untuk anaknya," lanjutnya.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Ladang Ganja di Bromo: Skandal di Balik Kawasan Konservasi
Namun, perjuangan itu kini harus terhenti setelah Pika meninggal dunia beberapa hari yang lalu.
Andien mengungkapkan rasa dukanya atas kepergian Pika, sekaligus menyampaikan pesan kepada Santi agar tetap kuat menjalani hari-hari ke depan.
"Teman-teman, beberapa hari lalu Pika telah berpulang. Tak ada yang lebih menyayat hati daripada mendengar kabar duka dari sesama ibu. Ibu @santiwarastutisanti, perjalanan ini panjang dan tak mudah bagimu. Terima kasih telah memperlihatkan perjuangan dan cinta Ibu yang begitu tulus," ungkap Andien.
Sebagai seorang ibu, Andien memahami betapa berat kehilangan seorang anak. Dia pun mendoakan agar Santi diberikan kekuatan.
Dia juga berdoa agar di masa mendatang akses terhadap ganja medis bisa lebih terbuka bagi mereka yang membutuhkan.
"Semoga Ibu diberikan kekuatan menjalani hari-hari ke depan. Dan semoga di masa mendatang, akses terhadap ganja medis bagi yang membutuhkan bisa tersedia," tambahnya.

Andien juga mengucapkan selamat jalan kepada Pika dan mendoakan supaya almarhumah beristirahat dengan tenang di sisi Yang Maha Kuasa.
"Selamat beristirahat dengan tenang," tutupnya.
Unggahan Andien ini mendapat banyak respons dari rekan sesama artis dan juga warganet. Penyanyi Rossa menunjukkan kesedihannya dengan emotikon wajah menangis di kolom komentar.
Sementara itu, Audy Item dan Dee Lestari mengungkapkan belasungkawa mereka.
"Innalilahi wa innailahi rojiun," tulis Audy Item.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Al-Fatihah untukmu, Nak. Ya Rabb, tempatkan di sisi-Mu dan angkat rasa sakitnya. Beri ketabahan dan kekuatan untuk ibu sang pejuang," ungkap Dee Lestari.
Tak hanya dari kalangan selebritas, warganet juga turut menyampaikan duka dan apresiasi terhadap perjuangan Santi. Beberapa di antaranya juga mempertanyakan alasan mengapa ganja medis masih belum dilegalkan di Indonesia.
"Pantas saja di luar negeri anak-anak dengan cerebral palsy bisa lebih sehat. Mungkin karena mereka memiliki akses ke ganja medis," ujar warganet lainnya.
Santi, ibu Pika, juga meninggalkan komentar singkat di unggahan Andien, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepeduliannya.
"Terima kasih, Mba," tulis Santi singkat namun penuh makna.