Suara.com - Kisruh terkait konten kreator Willie Salim yang memasak 200 kilogram rendang di Palembang terus berlanjut. Kali ini, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, turut angkat bicara dengan menyampaikan permintaan maaf kepada Willie.
Namun, permintaan maaf tersebut justru menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Diduga, permintaan maaf tersebut ditulis langsung oleh Ratu Dewa melalui Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menuliskan pesan singkat kepada Willie Salim.
"Dengan segala kerendahan hati, saya mewakili minta maaf ya, Mas. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali," tulis Ratu Dewa dalam unggahan tersebut.
Permintaan maaf itu pun langsung ditanggapi dengan santai oleh Willie Salim.
"Bapak Wali Kota, nggak apa-apa pak. Santai aja," balas Willie.
Unggahan tersebut sempat beredar di media sosial dan diunggah ulang oleh salah satu akun gosip.
"Setelah rendang 200 kilogram yang dimasak kreator konten Willie Salim raib dalam sekejap, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan permintaan maaf kepada Willie," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Permintaan maaf dari Ratu Dewa ini justru memicu reaksi beragam dari warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa Wali Kota Palembang harus meminta maaf kepada Willie Salim, yang dinilai sebagian orang sebagai pihak yang justru menciptakan kontroversi.
"Pak, yang salah itu dia, kenapa malah minta maaf?" tulis seorang warganet.
Baca Juga: Fenita Arie Geram, Konten Rendang Willie Salim Dituding Rendahkan Warga Palembang
"Pak, ngapain minta maaf? Itu settingan, Pak. Jangan mau dibodohi," ujar yang lain.
Namun, ada juga warganet yang memberikan klarifikasi bahwa permintaan maaf itu sebenarnya sudah ditulis sebelum munculnya dugaan bahwa insiden hilangnya rendang adalah settingan.
"Min, jangan menggiring opini. Itu minta maafnya sebelum tahu kalau ini settingan, dan sengaja diunggah si konten kreator demi meredam amarah warga Palembang," ungkap seorang warganet.
"Min, min, Pak Wali Kota kami itu posting 3 hari yang lalu, bukan baru-baru ini minta maaf," timpal yang lain.
Sementara itu, masih banyak warganet yang penasaran apakah insiden hilangnya rendang 200 kilogram itu benar-benar terjadi atau hanya bagian dari skenario konten.
"Jadi, rendang 200 kg benar-benar hilang atau cuma settingan?" tanya seorang pengguna media sosial.

Sebelumnya, Willie Salim menggelar acara memasak rendang besar-besaran di Palembang. Dalam konten yang ia unggah, Willie terlihat memasak 200 kilogram rendang di sebuah kuali raksasa di ruang terbuka.
Acara ini diklaim sebagai bagian dari aksi berbagi kepada warga Palembang untuk berbuka puasa.
Namun, suasana berubah kacau setelah rendang tersebut tiba-tiba ludes saat Willie meninggalkan lokasi untuk pergi ke toilet. Willie mengaku rendangnya diserbu warga sebelum matang, sehingga tidak sempat dibagikan sebagaimana rencana awalnya.
Insiden ini sontak menimbulkan berbagai reaksi. Sebagian besar publik menilai bahwa Willie Salim telah menggiring opini buruk tentang warga Palembang. Ada pula yang curiga bahwa kejadian ini sengaja diatur sebagai settingan agar kontennya viral.
Kontroversi ini semakin panas setelah beberapa pihak menilai bahwa Willie Salim dan timnya tidak menyiapkan pengamanan yang memadai dalam acara tersebut. Sehingga, momen "rendang hilang" ini dianggap sebagai akibat dari kurangnya perencanaan yang baik.
Setelah menuai kritik dari berbagai pihak, Willie Salim akhirnya buka suara. Ia mengunggah video klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada warga Palembang.
"Saya minta maaf untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian viral rendang ini," ujar Willie dalam videonya.

Dalam pernyataannya, Willie mengakui bahwa kontennya telah memicu narasi negatif terhadap warga Palembang. Ia juga mengaku bahwa kejadian tersebut sepenuhnya adalah kesalahannya karena kurang persiapan.
"Banyak narasi yang tidak enak terhadap warga Palembang. Jujur, ini bukan kesalahan warga Palembang. Ini sepenuhnya salah saya karena saya kurang persiapan," lanjutnya.