Suara.com - Presenter Helmy Yahya turut mengomentari konten Willie Salim ketika masak rendang daging 200 kg dan tiba-tiba menghilang saat ditinggal beberapa menit di Palembang.
Helmy Yahya mengomentari konten rendang daging 200 kg Willie Salim yang hilang, karena didesak oleh banyak orang melalui DM Instagram dan WhatsApp.
Helmy Yahya mengetahui rendang daging 200 kg yang hilang dalam kondisi masih proses masak dan belum matang itu terjadi ketika Willie Salim meninggalkan tempat selama lebih dari 10 menit.
"Jadi saya mendapat banyak sekali DM dan WA dari orang Palembang yang meminta saya memberi tanggapan soal apa yang dilakukan seoranh content creator Willie Salim di Palembang, yaitu berupa acara di mana dia memasak 200 kg rendang kemudian ditinggal lebih dari 10 menit dan begitu kembali dagingnya yang belum matang itu sudah habis," kata Helmy Yahya melalui unggahan Instagramnya, Sabtu (22/3/25).
Helmy Yahya pun mengetahui banyak orang menuduh macam-macam persoalan tersebut, baik orang Palembang yang dinilai rakus hingga Willie Salim yang diduga melakukan settingan dengan cara sengaja meninggalkan ratusan kg daging rendang tersebut di tengah kerumunan.
Presenter 63 tahun itu mengaku dirinya salah satu yang mengikuti jejak Willie Salim sebagai seorang content creator yang suka berbagi uang dan sebagainya.
Helmy Yahya pun mengatakan dirinya juga salah satu yang sudah lama membuat konten berbagi melalui program acara TV Bedah Rumah atau Uang Kaget tapi tak pernah sampai keos atau menimbulkan keributan.
"Saya mengikuti jejakmu selama ini bagi-bagi uang dan sebagainya. Sorry ya saya sudah melakukan hal itu berpuluh tahun yang lalu melalui bedah rumah dan uang kaget, tapi tidak pernah sampai menimbulkan keos," ujarnya.
Sebab, Helmy Yahya mengaku selalu memikirkan dan mempersiapkan banyak hal sebelum melakukan aksinya dalam berbagi.
Baca Juga: Reaksi Razman Arif Nasution Dengar Keluarga Vadel Badjideh Mau Cabut Laporan Atas Nikita Mirzani
Salah satunya, Helmy Yahya selalu meminta izin warga setempat sebelum melakukan Bedah Rumah dan meminta pendampingan polisi ketika program acara Uang Kaget.
"Karena semuanya kita pikirin. Tiap kali saya bangun rumah, saya izin ke masyarakat. Uang kaget, saya dikawal polisi. Supaya tidak terjadi kegaduhan seperti ini," jelasnya.
Pada kasus Willie Salim ini, Helmy Yahya pun mengatakan bahwa banyak orang menduga konten soal 200 kg daging rendang hilang itu settingan karena wajah kekasih Vilmei tersebut yang tak kaget ketika tiba di lokasi.
"Masalahnya orang banyak menduga ini settingan, ekspresi mukamu gak terlalu kaget juga dan menurut saya gak bisa begitu sebagai content creator," jelas Helmy Yahya.
![Willie Salim [instagram/@willie27_]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/23/64520-willie-salim.jpg)
Menurut Helmy Yahya yang suidah lama berkecimpung dalam konten berbagi, seorang content creator seperti Willie Salim seharusnya tidak hanya mengejar penonton dalam membuat kontennya.
"Pikirkanlah yang gak semua yang kita lakukan demi mengejar content, views kita melakukan hal hal seperti ini," ujar Helmy Yahya.
Pada kasus ini, Helmy Yahya pun menduga Willie Salim bisa jadi tahu atau tidak tahu terkait perbuatannya yang dinilai telah mempermalukan Orang-orang Palembang.
"Ya mungkin anda tidak sadar atau mungkin sadar apa yang dilakukan mu sekarang mempermalukan sebagian orang-orang palembang. Gak segitunya kali orang Palembang," ujar Helmy Yahya.
Menurutnya, orang-orang Palembang tak semuanya bersikap demikian tetapi Willie Salim telah membangun persepsi bahwa mereka adalah orang-orang rakus.
"Ini kan masalah persepsi wah orang Palembang gak bisa diatur, rakus gitu. Yang belum matang aja diserbu habis, ada yang bawa ember dan sebagainya sehingga orang banyak menduga ini settingan," jelasnya.
Meski begitu, Helmy Yahya sebagai Ketua Asosiasi Presenter pun mempersilahkan content creator seperti Willie Salim membuat konten apapun yang kreatif asalkan juga memikirkan dampaknya.
Bahkan, Helmy Yahya juga menyinggung para food vlogger yang suka mengulas suatu makanan atau tempat makan tapi justru merugikan pemiliknya tanpa memikirkan dampaknya.
"Silahkan bikin kreatifitas apapun tapi pikirkan dampaknya, termasuk para food vlogger yang kadang menilai orang dengan demikian kelewatan sampai restorannya tutup, warungnya tutup. Padahal utangnya untuk membangun warung belum selesai," jelasnya.
Helmy Yahya menegaskan dirinya tak menyalahkan Willie Salim maupun warga Palembang terkait insiden yang viral.
Namun, Helmy Yahya sebagai salah satu orang yang merasa ikut andil dalam memajukan Palembang meminta Willie Salim untuk bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya.
![Helmy Yahya [Instagram/helmiyahya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/05/23/76814-helmy-yahya-yang-gabung-psi.jpg)
"Jadi sekali lagi Willie Salim saya menunggu sikapmu. Ini banyak sekali orang, temen content creator gitu, yang orang Palembang atau malah bukan juga menyayangkan apa yang kamu lakukan. Jadilah content creator , kreatifitasmu boleh segila apapun tapi pikirkan apa dampak dari konten tersebut," jelasnya.
Bahkan, Helmy Yahya juga menegaskan dirinya tak membatasi kreatifitas Willie Salim tetapi cukup pikirkan semuanya dengan matang.
"Saya sebagai Ketua Asosiasi mempersilahkan kamu untuk berkreasi menolong masyarakat silahkan karena saya juga melakukannya bertahun-tahun lalu. Tapi pikirkan tidak semua yang kita lakukan berdampak sesuai yang kita mau, apalagi ada unsur settingan di sini," tegasnya.