"Karena semuanya kita pikirin. Tiap kali saya bangun rumah, saya izin ke masyarakat. Uang kaget, saya dikawal polisi. Supaya tidak terjadi kegaduhan seperti ini," jelasnya.
Pada kasus Willie Salim ini, Helmy Yahya pun mengatakan bahwa banyak orang menduga konten soal 200 kg daging rendang hilang itu settingan karena wajah kekasih Vilmei tersebut yang tak kaget ketika tiba di lokasi.
"Masalahnya orang banyak menduga ini settingan, ekspresi mukamu gak terlalu kaget juga dan menurut saya gak bisa begitu sebagai content creator," jelas Helmy Yahya.
![Willie Salim [instagram/@willie27_]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/23/64520-willie-salim.jpg)
Menurut Helmy Yahya yang suidah lama berkecimpung dalam konten berbagi, seorang content creator seperti Willie Salim seharusnya tidak hanya mengejar penonton dalam membuat kontennya.
"Pikirkanlah yang gak semua yang kita lakukan demi mengejar content, views kita melakukan hal hal seperti ini," ujar Helmy Yahya.
Pada kasus ini, Helmy Yahya pun menduga Willie Salim bisa jadi tahu atau tidak tahu terkait perbuatannya yang dinilai telah mempermalukan Orang-orang Palembang.
"Ya mungkin anda tidak sadar atau mungkin sadar apa yang dilakukan mu sekarang mempermalukan sebagian orang-orang palembang. Gak segitunya kali orang Palembang," ujar Helmy Yahya.
Menurutnya, orang-orang Palembang tak semuanya bersikap demikian tetapi Willie Salim telah membangun persepsi bahwa mereka adalah orang-orang rakus.
"Ini kan masalah persepsi wah orang Palembang gak bisa diatur, rakus gitu. Yang belum matang aja diserbu habis, ada yang bawa ember dan sebagainya sehingga orang banyak menduga ini settingan," jelasnya.
Baca Juga: Reaksi Razman Arif Nasution Dengar Keluarga Vadel Badjideh Mau Cabut Laporan Atas Nikita Mirzani
Meski begitu, Helmy Yahya sebagai Ketua Asosiasi Presenter pun mempersilahkan content creator seperti Willie Salim membuat konten apapun yang kreatif asalkan juga memikirkan dampaknya.