Beda dari Sineas Lain, Helmy Yahya Dukung Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN: Biar Dia Membuktikan

Minggu, 23 Maret 2025 | 11:00 WIB
Beda dari Sineas Lain, Helmy Yahya Dukung Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN: Biar Dia Membuktikan
Ifan Seventeen dan Helmy Yahya (Facebook)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Aktor sekaligus presenter Helmy Yahya membela Ifan Seventeen yang belakangan menjadi bahan bulan-bulanan sejumlah pihak usai diangkat menjadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN).

Mantan Dirut PFN itu meminta publik dan sineas yang lain untuk tidak menjustifikasi vokalis band Seventeen itu terlebih dahulu. Ia meminta supaya pria bernama asli Riefian Fajarsyah itu diberi kesempatan untuk memperbaiki PFN.

Pasalnya, perusahaan BUMN itu sendiri sudah memiliki masalah internal sejak lama dan tidak semua orang dapat menyelesaikannya.

"Banyak orang mempertanyakan karena dia sebenernya diperkirakan tidak punya background perfilman, karena dia adalah seorang musisi. Gini, saya kan pernah jadi Direktur PFN tahun 2001. Susah loh itu perusahaan," tutur Helmy Yahya.

Politikus dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu pun menjelaskan sejumlah masalah PFN yang sebenarnya sudah menumpuk sejak bertahun-tahun lalu, dan sekarang Ifan Seventeen harus memperbaikinya.

"Dia utangnya banyak, tidak bankable, karyawannya tua dan waktu itu PNS yang tidak lagi bisa kompetitif. Gedungnya udah rusak, studionya udah nggak bagus, banyak fasilitas yang rusak," paparnya, dikutip dari postingan Ifan Seventeen, Sabtu (22/3/2025).

Mengetahui permasalahan berat itu, Helmy Yahya menegur publik untuk bersabar dan melihat bagaimana perkembangan PFN setelah dipimpin oleh Ifan Seventeen.

Helmy Yahya pun mencontohkan satu direktur yang background-nya tidak sesuai dengan perusahaan dipimpinnya, yakni Ignasius Yonan. Ia menjabat sebagai pemimpin PT KAI.

"Jadi sebenarnya gini lah, tunda dulu kita mempertanyakan seorang Ifan Seventeen, Kalau alasannya 'dia kan musisi, bukan orang film'. Jadi gini, Pak Yonan, Ignasius Yonan itu bukan orang kereta api. Dia adalah akuntan, dia adalah banker," tuturnya.

Baca Juga: Gestur Public Speaking Ifan Seventeen Digunjing: Kayak Gini Jadi Dirut PFN?

Helmy Yahya menambahkan, "Tapi dia lah orang yang mentransformasi PT KAI sehingga menjadi jadi rugi menjadi untung. Tunggu dulu deh, jadi kita berikan kesempatan kepada Ifan Seventeen."

Halmy Yahya berharap Ifan Seventeen dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia merupakan pemimpin PFN yang baik dan benar. Karenanya, ia meminta pria 42 tahun itu diberi kesempatan.

"Yang penting Ifan harus menunjukkan kalau dia punya manajerial skill yang baik. Bisa memimpin perusahaan, bisa memimpin karyawan, punya leadership yang baik dan punya integritas yang baik. Jadi menurut saya, mari kita berikan kesempatan," pungkasnya.

Dukungan dari Helmy Yahya pun disambut baik oleh Ifan Seventeen. Ia berterima kasih karena telah memberikan energi positif di tengah banyaknya hujatan terhadap dirinya.

"Assalamualaikum wr wb, sebelum menonton video ini hatinya dibersihkan dulu dari kebencian, agar ilmu yang didapat," pinta Ifan Seventeen kepada warganet.

"Bismillah terimakasih energi positifnya mas, bukan mencari pembelaan, hanya ingin agar PFN didoakan @helmyyahya," tandasnya.

Ifan Seventeen (Instagram)
Ifan Seventeen (Instagram)

Ifan Seventeen Bongkar Kesulitan PFN

Sebelumnya, Ifan Seventeen juga sempat mengungkap sejumlah masalah yang dialamo oleh PFN. Mulai dari kesulitan finansial hingga fasilitas yang tidak memadai.

"Utang yang masih menumpuk puluhan miliar, beberapa kewajiban pembayaran gaji ke belakang, utang vendor, BPJS, hingga THR yang sampai saat ini belum tersampaikan untuk seluruh pegawai. Ini persoalan yang secara otomatis berpindah ke pundak saya setelah pelantikan," ucapnya blak-blakan.

Itulah sebabya Ifan Seventeen menegaskan bahwa pekerjaannya itu tidak seperti yang dicurigai oleh publik yakni bahwa ia hanya terima beres saja.

"Jadi ini bukan 'kerjaan' yang sifatnya 'ongkang-ongkang kaki' lalu dapat gaji. Ke depannya harus ada komitmen dan kerja keras yang harus saya lakukan sebagai pemimpin baru di perusahaan ini untuk menyelesaikan persoalan di atas," ujarnya.

Ifan Seventeen menambahkan, "PFN bukan perusahaan yang mendapat anggaran dari APBN. Dalam memenuhi biaya recurring perusahaan seperti gaji dan operasional expenses, PFN hanya mengandalkan pemasukan yang memang dihasilkan PFN sendiri."

Selain keuangan hingga menyebabkan pemotongan gaji, Ifan Seventeen juga mengeluhkan gedung PFN yang sudah tua dan peralatan syuting yang tidak up to date.

"Dikarenakan shifting dari analog ke digital yang begitu cepat, membuat banyaknya peralatan syuting di PFN yang sudah tidak lagi bisa dipakai sejak lama. Di antara gedung-gedung tua dan banyaknya ruangan rusak," katanya.

Alat yang masih sering digunakan adalah sebuah kamera Sony A 6700 untuk produksi sehari-hari.

"Selama ini PFN bisa 'hidup perlahan' hanya dengan menyewakan ruangan-ruangan di bangunan tuanya. Ada yang disewakan dari coffee shop, LBH, travel umrah, billiard sampai ke tempat lomba kicau burung," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI